Berita Tabalong
Dukung Penguatan UMKM Tembus Pasar Digital, Adaro Gelar Pelatihan Virtual
Adaro melalui departemen CSR menggagas program bertajuk AKU atau Adaro Kuatkan UMKM.
Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sudah hampir setahun pandemi Covid-19 melanda semua wilayah, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Berbagai sektor ikut terdampak karena adanya pandemi ini, termasuk pula menghantam kondisi UMKM di sekitar wilayah operasional PT Adaro Indonesia.
Berangkat dari kondisi tersebut, Adaro melalui departemen CSR menggagas program bertajuk AKU atau Adaro Kuatkan UMKM.
Sebanyak 180 UMKM dari 6 kabupaten yakni Tabalong, Balangan, HSU, Barito Kuala, Barito Timur dan Barito Selatan, mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan yang dilaksanakan sejak 19 Februari hingga 3 Maret 2021 melalui aplikasi Zoom.
Baca juga: Senilai Rp 34 Miliar, Dana Tukar Guling dari PT Adaro di Balangan Direalisasikan Tahun Ini
Baca juga: Bantu Penanganan Pascabanjir, Adaro Kirim Truk Pengangkut Sampah ke HST
Baca juga: Lagi, Adaro Raih Proper Emas, Pengakuan Pengelolaan Lingkungan Terbaik
Selain pelatihan kepada para pelaku UMKM, program AKU juga memfasilitasi penjualan produk-produk UMKM secara internal kepada karyawan Adaro melalui kegiatan flash sale yang akan dilaksanakan 3 Maret 2021.
Ketua pelaksana AKU, Lalu Nofa Setiawan, menjelaskan, kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas UMKM dalam melakukan pemasaran produk secara online dan membantu pelaku UMKM bertahan di tengah pandemi.
“Kami ingin memberikan perspektif baru pada pelaku UMKM terkait pemasaran, bahwa kondisi pandemi justru menghadirkan peluang dalam menjual produk secara online,” katanya.
Dalam pelatihan ini, Adaro menghadirkan dua orang praktisi yang telah berpengalaman dalam dunia e-commerce, yaitu Jonathan Kho dan Sugeng Wibowo.
Jonathan Kho, atau yang lebih dikenal sebagai Om Botak, memberikan pemahaman terkait pentingnya melakukan migrasi digital sebagai strategi bertahan di masa pandemi, serta membimbing langkah-langkah teknis untuk membuat toko di marketplace.
Sementara Sugeng Wibowo memberikan kiat serta tips dan trik untuk peningkatan toko di marketplace sehingga menjadi lebih menarik bagi pengunjung dan para pelaku UMKM dapat banjir orderan.
Terpisah, CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Leni Marlina, Kamis (25/2/2021) menyebut, rata-rata UMKM di sekitar wilayah operasional Adaro mengalami penurunan omset hingga 50 persen..
“Dampak pandemi tidak hanya dari aspek kesehatan tapi juga dari aspek ekonomi. Salah satunya yang sangat merasakan dampak adalah UMKM di sekitar daerah operasional. Dari hasil survey tim kami, kelompok-kelompok UMKM ini mengalami kesulitan dalam memasarkan produk,” bebernya.
Ditambahkannya, setelah rangkaian program ini, Adaro akan membuat aplikasi marketplace khusus untuk pemasaran produk-produk UMKM dengan nama Ada Lapak.
Baca juga: Dibina Adaro, Desa Jaro Kabupaten Tabalong Raih Penghargaan Utama Proklim Nasional
Harapannya, dengan ikhtiar ini, UMKM di sekitar wilayah operasional dapat bertahan di tengah pandemi.
“Dari program ini, kami juga berharap semoga para pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan target pemasaran produk, tak hanya lokal dan regional, tapi juga nasional bahkan ekspor ke luar negeri,” pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pelatihan-adaro-kuatkan-umkm.jpg)