Breaking News:

Berita Banjarmasin

DPC Peradi Banjarmasin Sarankan Satgas Normalisasi Sungai Dibentuk Ulang

Peradi Banjarmasin menilai pembongkaran jembatan oleh tim Satgas Normalisasi Sungai wajib didului pemberitahuan kepada pemilik atau yang menguasai.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Abdullah (kanan) , Ketua DPC Peradi Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Satuan Tugas (Satgas) Normalisasi Sungai untuk Pengendalian Banjir (NSPB) Kota Banjarmasin, telah membongkar sejumlah Jembatan Bangunan Gedung (JBG),

Pembongkaran di atas aliran sungai Jalan Veteran dan Jalan A Yani, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Tahun 2021.

Juga, berdasar Surat Imbauan Wali Kota Banjarmasin No 600/105-Set/DPUPR/2/2021 tentang Pembongkaran Bangunan di Atas Sungai.

Kini, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Suara Advokat Indonesia Cabang Kota Banjarmasin menilai adanya kegiatan Satgas NSPB yang tidak sesuai dengan kaidah hukum.

Baca juga: Masuk Sasaran Satgas Normalisasi Sungai, Warga Veteran Banjarmasin Ini Bongkar Rumah Sendiri

Baca juga: Satgas Normalisasi Sungai Siapkan Contoh Jembatan untuk Dua Jalan di Banjarmasin

Sebab, jelas ketua Peradi Kota Banjarmasin, Abdullah, seharusnya pembongkaran tersebut wajib didului adanya pemberitahuan kepada pemilik atau yang menguasainya.

Sesuai dengan PP No 34 Tahun 2006 Juncto Putusan Mahkamah Agung RO No 144 K/sip/1998 dan No 1531 K/sip/1975.

"Kami memandang ada satu perbuatan yang sangat merugikan kepada pemilik toko atau yang menggunakan jembatan, khususnya di atas aliran sungai. Kami menganggap tindakan tersebut sewenang-wenang dalam arti kata masih melanggar hak orang lain," katanya, Senin (1/3/2021).

Selain itu juga, Abdullah menambahkan, Satgas NSPB tidak memiliki standar atad model jembatan yang sebagaimana diharuskan.

Baca juga: Hambat Aliran Sungai, Satgas Normalisasi Sungai Beri Tanda Silang Merah untuk JBG di Jalan A Yani

Baca juga: Terbitkan Imbauan, Wali Kota Banjarmasin Deadline Pemilik JBG dan Bangunan di Atas Sungai

Tim Satgas NSPB yang saat ini terbentuk, lanjutnya, tidak terorganisasi dengan baik. Sebab, ada beberapa unsur yang masih belum terlibat.

"Tim itu harus melibatkan orang yang ahli, orang konstruksi dan juga pemilik JBG. Harus dibuat itu," ungkapnya.

Untuk itu, Peradi menyarankan agar Satgas NSPB dibubarkan dan dibentuk kembali dengan komponen yang lengkap.

Tim Satgas Normalisasi Sungai mengerahkan alat berat untuk membongkar sebuah pangkalan ojek di Kompleks Pandu, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (3/2/2021).
ILUSTRASI - Tim Satgas Normalisasi Sungai mengerahkan alat berat untuk membongkar sebuah pangkalan ojek di Kompleks Pandu, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (3/2/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON)

"Jadi, komponen dalam tim harus lengkap dulu. Jadi saran kami, tim NSPB ini dibentuk ulang," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved