Berita Tanahlaut

Nelayan Muara Asamasam Kesulitan Elpiji Melon, Diskopdag Tala Segera Lakukan Langkah ini

Menyikapi sulitnya nelayan Muara Asamasam mendapatkan lpiji melon, Diskopdag Tala akan segera konfirmasi ke pihak Pertamina

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
H SYAHRIAN NURDIN, kepala Diskopdag Tala 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sulitnya warga di Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mendapatkan liquified petroleum gas (LPG) subsidi 3 kilogram menjadi atensi khusus pemerintah daerah setempat.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perdagangan (Diskopdag) Tala segera melakukan langkah khusus guna mengurai dan mengatasi persoalan tersebut.

Kalangan warga di kampung nelayan itu, Senin (1/3/2021), kepada banjarmasinpost.co.id mengutarakan pengharapannya agar pasokan elpiji melon kembali mengalir ke Muara Asamasam.

Pasalnya, telah sekitar setahunan pasokan elpiji melon ke pangkalan setempat terhenti.

Baca juga: Sukar Dapatkan Elpiji Melon, Sebagian Warga Muara Asamasam Tala Gunakan Kayu Bakar

Baca juga: Jual Elpiji Melon Rp 30 Ribu, Begini Alasan Pangkalan di Kecamatan Batuampar Tanahlaut

Akibat sulitnya mendapatkan elpiji, sebagian warga Muara Asamsam kini terpaksa beralih ke kayu bakar untuk memasak.

"Kami baru saja mendapat informasi tersebut. Secepatnya kami telusuri," ucap Kepala Diskopdag Tala H Syahrian Nurdin.

Pejabat eselon II di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan jika sebelumnya telah ada pangkalan di Muara Asmasam dan kemudian pasokan terhenti, hal demikian memunculkan tanda tanya.

Pasalnya ketika ada pangkalan, tentu telah ada alokasi elpiji melon bagi masyarakat miskin di Muara Asamasam yang terdata di Pertamina.

Baca juga: Kepergok Warga Berbuat Mesum, Seorang Perempuan Muda dan Duda di Tapin Kalsel, Langsung Dinikahkan

Jika kemudian pasokan tak mengalir lagi, maka perlu ditelusuri.

"Persoalan itu segera kami bicarakan dengan satuan kerja terkait seperti Bidang Ekonomi Setda," tandasnya.

Syahrian mengatakan tiap desa memang setidaknya mesti memiliki satu pangkalan elpiji sehingga masyarakat setempat termudahkan mendapatkan elpiji melon yang menjadi hak masyarakat miskin dan pelaku UMKM.

Pihaknya juga akan segera konfirmasi ke pihak Pertamina mengenal terhentinya pasokan elpiji melon ke Desa Muara Asamasam tersebut.

"Ya kasian sekali kalau di sana tidak ada pangkalan, warga setempat pasti kesulitan mencari elpiji melon," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved