Kriminalitas Regional
GADIS Manis Hilang Sudah 12 Hari, Keluarga Malah Dapat Teror dari Sosok Bertopeng Lewat Video Call
Gadis bernama Yeni Angraini, warga Gang Banyuasin, RT 07, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I dilaporkan hilang sudah 12 hari
Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang gadis berwajah manis berusia 15 tahun mendadak hilang selama 12 hari.
Keluarga yang panik mengetahui anak gadisnya hilang malah mendapat teror via video call dari orang tak bertanggungjawab.
Tidak hanya teror, sosok bertopeng muncul dan menghubungi keluarga korban namun tak mau bicara.
Yeni Angraini, warga Gang Banyuasin, RT 07, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau Sumsel dilaporkan hilang hingga sekarang belum ditemukan.
Sudah 12 hari remaja berusia 15 tahun ini dikabarkan hilang dan belum ada kabar sejak meninggalkan rumah, Senin (22/2/2021) lalu.
Baca juga: Beberapa Hari Hilang, Lansia di Tala Ditemukan Tak Bernyawa dengan Kondisi Tubuh Begini
Baca juga: MALAIKAT Cantik Itu Telah Gugur, Memicu Kemarahan Rakyat Myanmar, 38 Tewas Dibantai Junta Militer
Baca juga: APA itu Hisab dan Rukyat Penentu 1 Ramadhan 2021? Ini Penjelasan Cara Menentukan Awal Puasa
Dona kakak Yeni mengungkapkan, pihak keluarga masih terus berupaya melakukan upaya pencarian, ke teman-temannya, termasuk keluarga dekat, dan keluarga jauh, namun belum juga ada kabar.
"Tapi sampai sekarang belum ada kabar, kita masih menunggu informasi lebih lanjut," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (5/3/2021).
Saat ini pihak keluarga sangat resah dan khawatir, pasalnya, dua hari kemarin nomor pihak keluarga mendapat teror telpon melalui aplikasi video call whatsapp.
Dona bercerita, saat itu tiba-tiba ada orang video call whatsapp ke nomor keluarga, karena penasaran Dona mengangkatnya, namun, setelah diangkat orang yang menelpon tidak menampakan wajah.
"Suasana gelap seperti mati lampu. Karena penasaran saya meminta orang yang menelpon untuk menunjukkan wajahnya, kemudian orang yang menelpon menggunakan cahaya senter menunjukkan mukanya tertutup menggunakan topeng," ungkapnya.
Kekhawatiran keluarga bertambah, setelah orang yang menelpon hanya diam saja. Karena geram dan kesal adik Dona sempat mengancam akan segera melapor polisi, bila orang tersebut tak mau bicara.
"Kalau kamu tidak mau bicara kami akan melapor polisi," ujar Dona menirukan ucapan adiknya.
Sehabis kejadian itu, nomor yang meneror tersebut tidak aktif lagi, kemudian selang sehari kemudian orang tersebut menelpon lagi, namun lagi-lagi saat diangkat tidak ada suara sama sekali.
Karena semakin khawatir sehabis mendapat teror itu, orang tua Dona langsung melapor ke polisi dan meminta polisi melacak lokasi orang yang menelpon tersebut.
"Kemarin ayah sudah melapor, katanya sudah dilacak. Orang itu menelpon kadang sehari sekali, siang tidak aktif, biasanya malam, tapi kemarin tidak aktif lagi," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/yeni-angraini-warga-gang-banyuasin-rt-07-kelurahan-pelita-jaya-kecamatan-lubuklinggau-barat.jpg)