Breaking News:

Berita Nasional

Limbah Batu Bara Dihapus dari Daftar B3, Aktivis Lingkungan Langsung Protes

Limbah sawit dan limbah batu bara dihapus dari daftar B3 yang berpengaruh pada lingkungan hidup, dalam PP Nomor 22 Tahun 2021.

Editor: Anjar Wulandari
istimewa/Humas PD Baramarta
Operator alat berat sibuk melakukan aktivitas di stockpile batu bara di Sungaipinang, beberapa waktu lalu. Limbah Batu Bara Dihapus dari Daftar B3, Aktivis Lingkungan Langsung Protes 

Editor : Anjar Wulandari

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Keputusan pemerintah terkait daftar terbaru limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) menuai kritikan aktivis lingkungan.

Hal itu lantaran limbah sawit dan limbah batu bara dihapus dari daftar B3 yang berpengaruh pada lingkungan hidup.

Aturan tersebut tertuang di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sekadar diketahui, PP Nomor 22 Tahun 2021 merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca juga: UTBK SBMPTN 2021 Dibuka Mulai 15 Maret 2021, Bisa Diakses Siswa Lulusan SMA/SMK 2019 dan 2020

Baca juga: Kunci Jawaban UTS Bahasa Indonesia Kelas 1 SD Semester Genap 2021, Soal Pilihan Ganda dan Esai

Berdasarkan lampiran XIV PP Nomor 22 Tahun 2021 disebutkan, jenis limbah batu bara yang dihapus dari kategori limbah B3 adalah fly ash dan bottom ash (FABA).

Dua jenis limbah tersebut bersumber dari proses pembakaran batu bara pada fasilitas pembangkitan listrik tenaga uap PLTU atau dari kegiatan lain yang menggunakan teknologi, selain stocker boiler dan/atau tungku industri.

ILUSTRASI – Batu bara
ILUSTRASI – Batu bara (SHUTTERSTOCK/VLADYSLAV TRENIKHIN)

Pasal 459 huruf C PP 22/2021 diatur fly ash dan bottom ash hasil pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan kegiatan lainnya tak termasuk sebagai limbah B3, tetapi non-B3.

“Pemanfaatan Limbah nonB3 sebagai bahan baku yaitu pemanfaatan Limbah nonB3 khusus seperti fly ash (debu,red) batubara dari kegiatan PLTU dengan teknologi boiler minimal CFB (Ciraiating Fluidized Bed) dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi pengganti semen pozzolan,” demikian tertulis dalam beleid itu.

Dalam PP yang sama, limbah sawit atau spent bleaching earth (SBE) atau limbah padat yang dihasilkan industri pemurnian minyak goreng juga dihapus dari kategori daftar limbah B3.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved