Berita Banjarmasin

Integrasi Asap Digital dan Lancang Kuning, Begini Persiapan Kalsel Tanggulangi Risiko Karhutla 2021

Polda Kalsel dan unsur TNI, Pemerintah daerah bersiap mengadopsi Aplikasi ASAP DIGITAL dan Lancang Kuning yang efektif diterapkan di Riau dan Jamb

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Humas Polda Kalsel untuk Bpost
Rakor Penanganan Karhutla Tahun 2021 di Pusat diikuti secara daring oleh Polda Kalsel, Pemprov Kalsel, unsur TNI dan instansi terkait dari Mapolda Kalsel, Senin (15/3/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama unsur TNI, Pemerintah Daerah serta lembaga atau instansi terkait di Kalsel bersiap mengadopsi integrasi teknologi aplikasi digital untuk menangani dan menanggulangi karhutla. 

Dua aplikasi yang dimaksud yaitu Lancang Kuning dan Asap Digital yang sudah diterapkan di Provinsi Riau dan Jambi dengan hasil yang signifikan meningkatkan efektivitas penanganan serta penanggulangan karhutla. 

Rapat koordinasi di tingkat pusat pun digelar dan diikuti pula unsur Polri, TNI, Pemerintah Daerah dan instansi terkait di Kalsel secara daring dari Aula Rupatama Polda Kalsel, Senin (15/3/2021).

Tujuannya, untuk mematangkan perencanaan dan teknis pengintegrasian dua aplikasi berbasis teknologi digital ini menjadi satu dan diterapkan di daerah lainnya termasuk Kalsel. 

Baca juga: Aplikasi ASAP Digital Diperkenalkan untuk Pantau Karhutla, Polres Tapin Siap Terapkan

Baca juga: Karhutla Kalsel, Kebakaran 2 Hektare Lahan di Kota Banjarbaru Berhasil Dipadamkan

Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Subchan mengatakan, Aplikasi Asap Digital memanfaatkan ekosistem kamera cctv yang tersebar di titik-titik berisiko karhutla dan terhubung dengan komunikasi satelit. 

Lalu Aplikasi Lancang Kuning juga memanfaatkan kemajuan teknologi informasi daring yang menghubungkan masing-masing pihak terkait untuk memudahkan koordinasi langkah penanganan karhutla. 

Sehingga kata dia, upaya penanganan dan penanggulangan karhutla oleh setiap instansi dan lembaga bisa sinergis dan efektif. 

"Jadi ibarat Asap Digital ini sebagai mata, Lancang Kuning sebagai kaki. Terlihat ada titik api, yang bergerak terkoordinasi melalui Lancang Kuning. Ini bagaimana diintegrasikan menjadi satu, sehingga penanganan karhutla ini akan satu langkah dan satu tindak," kata Kombes Pol Nur Subchan. 

Pj Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar yang juga hadir dalam rapat koordinasi ini menyatakan, Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung penuh rencana yang menjadi program prioritas Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ini. 

Roy menilai, pemanfaatan teknologi dalam upaya penanganan dan penanggulangan bencana termasuk karhutla adalah hal yang strategis untuk dilakukan mengingat sudah mendukungnya kemajuan teknologi saat ini. 

Sesuai data Kementrian LHK yang dibeberkan dalam rapat koordinasi kata Roy, ada seratus dua puluh satu titik desa di Kalsel yang berisiko mengalami karhutla. 

Pemprov Kalsel menurut dia juga akan mengkoordinasikan program ini dengan perusahan-perusahaan yang memiliki hak guna usaha (HGU) atau konsesi untuk ikut merealisasikan ekosistem yang mendukung terlaksananya program prioritas Kapolri tersebut. 

Baca juga: TRC BPBD Tala Siap All Out Tangani Karhutla, Begini Pengalaman Getir yang Pernah Dialami

"Karena ini program prioritas Kapolri, targetnya akhir bulan ini akan dibuat timeline atau rencana aksi terkait apa, siapa dan berbuat apa," beber Roy. 

Apalagi kata dia, puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung di Bulan Agustus Tahun 2021 dan tentu risiko terjadinya karhutla akan ikut meningkat di masa-masa tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved