Berita Kalsel

Komisi IV DPRD Kalsel Pastikan Atlet Kalsel Tetap Bisa Berangkat PON Papua

Komisi IV DPRD Kalsel memastikan atlet Kalsel tetap bisa berangkat mengikuti PON Papua.

Penulis: Milna Sari | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, HM Luthfi Saifuddin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tinggal 7 bulan lagi PON ke XX di Papua digelar. Rencananya Kalsel akan mengikuti 27 cabor, sepuluh di antaranya berpeluang besar menyumbangkan medali.

Namun keberangkatan tim PON Kalsel bakal terkendala dana. Pasalnya Dispora hanya menyediakan dana Rp7,24 Miliar.

KONI Kalsel pun menyayangkan minimnya anggaran untuk keikutsertaan di PON Papua.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel HM Lutfi Syaifuddin mengakui jika anggaran Rp 7 miliar tersebut sangatlah kurang untuk atlet Kalsel di ajang PON Papua.

Baca juga: Rumah Batu di Pesayangan Martapura dan Rumah Banjar Palimbangan Jadi Tempat Pengungsi Korban Banjir 

Baca juga: Sidang Digelar Online, Kuasa Hukum Rizieq Shibab Protes Minta Dihadirkan Langsung

Baca juga: Dua Pekan Kabur, Syarifuddin Napi Rutan Kandangan Diringkus Tim Gabungan, Tersisa Satu Masih Buron

Bahkan untuk persiapan yang lebih dalam memersiapkan atlet pun terangnya takkan cukup.

Beberapa waktu lalu terang Luthfi Komisi IV DPRD Kalsel juga sudah melakukan rapat kerjasama dengan Dispora Kalsel, Bakeuda dan KONI.

Dalam rapat tersebut ujarnya sudah clear terkait permasalahan kekurangan dana untuk PON.

Namun permasalahan kembali mencuat usai adanya pemberitaan jika anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel 2021 ini sekitar Rp 90 miliar.

"Setahu kami anggaran sebesar itu termasuk gaji ASN, PTT dan kelanjutan renovasi stadion dan GOR serta kegiatan lain," ujarnya saat dihubungi Selasa (16/3/2021).

Karenanya ujar Luthfi pihaknya meminta agar di APBD perubahan nanti bisa dianggarkan kekurangannya. Diperkirakan untuk bisa berangkat dalam PON Papua jelas Luthfi perlu tambahan dana Rp 20 miliar lagi.

"Kami di komisi IV DPRD Kalsel terutama anggota yang masuk di badan anggaran akan komitmen memperjuangkan anggaran agar Kalsel dapat memberangkatkan seluruh atletnya yang lolos pra PON, karena menyangkut harga diri dan nama baik banua tercinta," jelasnya.

Dengan dana tambahan Rp 20 miliar tersebut ujar Luthfi hanya bisa di press yang berangkat cabor yang target dapat medali dan yang lolos pra pon. Jika tidak memberangkatkan atlet yang lolos di pra PON bisa kena sanksi.

"Itu tentu bukan hanya merusak nama baik tetapi juga bisa dipastikan mengubur semangat para atlit yang sudah berlatih keras selama ini dan biaya yang sudah dikeluarkan hingga saat ini untuk dpt mengikuti PON akan sia-sia," tambahnya.

Komisi 4 DPRD Kalsel jelasnya mengharapkan agar hubungan kerjasama antara Koni dan Dispora bisa harmonis, sehingga menjadi kekuatan bersama yang diperlukan saat ini hingga pelaksanaan PON nanti.

"Semoga saja pada APBD- P nanti bisa terealisasi kekurangan anggarannya. Kalau tidak tentu akan menjadi preseden buruk bagi perkembangan keolahragaan di Kalsel," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Milna)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved