Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

PSU di Tiga Kelurahan, Tim AnandaMu: Dugaan Kecurangan Petahana Terbukti

Pilkada Kalsel 2020, Upaya pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda dan Ustadz H Mushaffa Zakir Lc (AnandaMu)

Foto tim Hukum AnandaMu
Pilkada Kalsel 2020, Calon Wali Kota Banjarmasin 2020, Hj Ananda (tengah) bersama tim kuasa hukum. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pilkada Kalsel 2020, Upaya pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda dan Ustadz H Mushaffa Zakir Lc (AnandaMu) dalam mencari keadilan pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Kota Banjarmasin Tahun 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK) membuahkan hasil.

Pasalnya MK telah memutuskan bahwa Pilkada Banjarmasin 2020 harus dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga Kelurahan yang ada di Kecamatan Banjarmasin Selatan, yaitu Kelurahan Mantuil, Murung Raya dan Basirih Selatan.

Tim hukum AnandaMu pun menilai bahwa keputusan MK tersebut telah membuktikan telah terjadi kecurangan dalam Pilkada Banjarmasin 2020.

“Adanya PSU di beberapa kelurahan sudah cukup membuktikan bahwa memang ada upaya kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk memenangkan petahana dalam Pilkada Kota Banjarmasin Tahun 2020,” ujar Kuasa Hukum AnandaMu, Rizky Hidayat, Rabu (23/3/2021).

Baca juga: Hasil Putusan MK Sengketa Pilkada Kalsel 2020 PSU Sebagian, Parpol Pengusung H2D Ucapkan Syukur

Dirinya pun sangat mengapresiasi segala keputusan yang disampaikan oleh MK terkait Pilkada Banjarmasin 2020 tersebut. Meskipun harusnya menurut catatan masih banyak kelurahan yang harus dilakukan PSU, mengingat adanya indikasi kecurangan serupa yang dilakukan.

“Kita hargai keputusan hakim. Sekarang kita fokus untuk mengikuti dan memastikan PSU di tiga kelurahan itu bisa berjalan dengan baik, adil dan mampu mencatatkan sejarah baru di Kota Banjarmasin nantinya,” tegasnya.

Terkait adanya suara sumbang terkait sulitnya AnandaMu memenangkan PSU di tiga kelurahan tersebut, karena perolehan suara yang masih terlampau jauh dengan paslon petahana yakni H Ibnu Sina dan Ariffin Noor, dirinya meyakinkan bahwa dalam politik semuanya bisa terjadi.

“Kami sudah membuktikan banyak hal yang sebelumnya dianggap orang lain tidak mungkin, menjadi mungkin bagi kami,” tambahnya.

Contoh lainnya menurutnya waktu awal pencalonan banyak pihak memprediksi Hj Ananda sulit untuk dicalonkan karena Partai Golkar sendiri tidak mendukung, akhirnya malah dicalonkan sebagai Wali Kota Banjarmasin dan bahkan mendapatkan dukungan dari banyak partai politik.

Lalu saat kalah belasan ribu suara dari petahana dan mengajukan gugatan ke MK, disebutkan juga sulit untuk menang, namun nyatanya kemarin malah hakim memutuskan dilakukan PSU tiga kelurahan.

“Intinya kita akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk membuat sejarah baru di Kota Banjarmasin. Kalau memang sudah takdirnya nama AnandaMu tercatat di Lauhul Mahfudz sebagai pemimpin Kota Banjarmasin selanjutnya, Insyallah Allah SWT akan memberikan jalannya walau di mata manusia katanya sulit diwujudkan,,” tutupnya.

Sekadar mengingatkan beberapa waktu lalu KPU Kota Banjarmasin menetapkan paslon petahana dengan nomor urut 2 yakni H Ibnu Sina-H Arifin Noor sebagai peraih suara terbanyak, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota Banjarmasin, yakni mencapai 90.980 suara.

Kemudian disusul oleh paslon nomor urut 4 Ananda-Mushaffa Zakir (AnandaMu) dengan raihan 74.154 suara. Sedangkan di urutan ketiga suara terbanyak diraih oleh paslon nomor urut 1 yakni Abdul Haris Makkie-Ilham Nor dengan 36.238 suara dan terakhir paslon nomor urut 3 Khairul Saleh-Habib Ali meraih 31.334 suara berada di urutan keempat.

Menilai terjadi kecurangan dalam pelaksanaan Pilkada Banjarmasin 2020, tim AnandaMu pun mengajukkan perkara PHPU.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved