Breaking News:

Unjuk Rasa Buruh di Kalsel

Datangi Disnakertrans, Begini Tuntutan Buruh dan Pekerja FSPMI Kalsel

Di hadapan Kadisnakertrans, buruh dan pekerja FSPMI Kalsel pertanyakan status sebagian para pekerja yang berubah menjadi karyawan koperasi

banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kalsel, Yoeyoen Indharto 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Puluhan buruh dan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Isns, ndonesia (FSPMI) Kalsel menyambangi Kantor Disnakertrans Provinsi Kalsel di Jalan A Yani kilometer 6, Banjarmasin, Rabu (24/3/2021)

Ditemui oleh Kadisnakertrans Provinsi Kalsel, Siswansyah dalam audiensi, FSPMI Kalsel yang dipipin Ketuanya, Yoeyoen Indharto menyampaikan sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang dialami anggotanya.

Satu di antaranya nasib status para pekerja anggota FSPMI Kalsel di PT Gawi Makmur Kalimantan (PT GMK) yang dinilai Yoeyoen terjadi inkonsistensi.

Dimana kata dia, pada awal perekrutan para pekerja disebut akan bekerja langsung kepada PT GMK, namun seiring berjalannya waktu status sebagian para pekerja berubah menjadi karyawan koperasi.

Baca juga: BREAKING NEWS, Keluhkan Masalah Ketenagakerjaan, Buruh Datangi Kantor Disnakertrans Provinsi Kalsel

Baca juga: Rencanakan Aksi Unras, Buruh dan Pekerja FSPMI Kalsel Ditemui Kadisnakertrans Kalsel

"Perusahaan multi internasional tapi ternyata kita adalah pekerja koperasi. Padahal sudah ada yang bekerja 5 tahun, 7 tahun, kan ini jadinya menghilangkan masa kerja. Kami datang ke sini ingin tahu sejauh mana negara melindungi dan hadir untuk kaum buruh," kata Yoeyoen.

Selain itu, adanya perbedaan terkait status perjanjian kerja kata Yoeyoen juga berimplikasi pada perlakuan yang berbeda terhadap masing-masing pekerja terkait pembayaran uang cuti.

Sedangkan terkait pekerja di PT Paguntaka Cahaya Nusantara (PT PCN), FSPMI Kalsel meminta Disnakertrans Kalsel untuk segera menggelar pertemuan untuk menengahi dan menyelesaikan persoalan terkait nilai uang lembur antara pekerja dan pihak perusahaan.

Baca juga: Divaksin Tahap Kedua, Wakil Bupati Tapin Ingatkan Jangan Lalai Protokol Kesehatan

Baca juga: Petugas Gabungan Gelar Razia di Rutan Kelas IIB Barabai, Temukan Tiga Pencukur Jenggot

Yoeyoen juga sekaligus menyampaikan persoalan lainnya menyangkut para pekerja di PT Barito Murni Sakti Chemical (PT BMSC), PT Tiga Daun Kapuas serta pekerja di Hotel Grand Mentari terkait upah.

Upaya tersebut kata Yoeyoen dilakukan untuk mendesak Disnakertrans Kalsel untuk bertindak lebih cepat untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

Pasalnya jelas dia, para buruh dan pekerja merasakan adanya stagnansi dalam proses penyelesaian persoalan, padahal total ada ratusan pekerja anggota FSPMI Kalsel yang terdampak persoalan-persoalan tersebut.

"Contoh soal PT GMK, ini kan sudah sejak Tahun 2020. Ada bukti nota pemeriksaan 30 September sampai sekarang belum juga tuntas. Kami Ingin penanganan permasalahan lebih cepat dan transparan," tegas Yoeyoen.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved