Kalselpedia
Kalselpedia, SIT Al KHair Masukkan Nilai Islam di Keseharian Murid
Kegiatan salat sunat dan wajib, baca Al-Qur'an dan hadis, dilaksanakan para murid dan uztaz di SIT Alkhair di Kota Barabai, Kabupaten HST, Kalsel.
Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - SIT Alkhair Barabai, sekolah Islam yang menerapkan mata pelajaran umum di sekolah.
Lokasi sekolah ini di Jalan Brigjen H Hasan Basry, Bawan, Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan.
Pihak sekolah tidak menambah pelajaran agama, namun ajaran agama justri diaplikasikan dalam keseharian murid. Jadi, nilai-nilai ajaran Islam dimasukkan dalam setiap mata pelajaran.
Semua guru adalah ustaz/ustazah, dan mata pelajaran apapun yang diajarkan ke murid, disampaikan juga sunnah-sunnah Rasul dan dalil-dalilnya menurut Al-Qur'an dan hadits.
Baca juga: KalselPedia - SIT Al Khair, Sekolah Swasta Terbesar di Barabai Kabupaten HST
Baca juga: Kepala Adat Hantakan Sebut, Pembalakan Hutan di HST Dibekingi Oknum TNI/Polri, Ini Respon Kapolres
Dengan begitu, antara pengetahuan umum dan pengetahuan agamanya seimbang. Semua rencana pembelajaran terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.
“Jika mengerjakan sesuatu, agar bernilai ibadah kami ajarkan doa-doanya. Seperti doa sebelum dan sesudah belajar,” ungkap Norliani, Wakil Direktur SIT Al KHair Bidang Kehumasan.
Tiap hari, jelas Norliani, murid diajak mengerjakan salat sunat duha berjemaah. Jika ada bencana alam yang mengakibatkan banyak korban meninggal dunia, murid diajak salat gaib.
Sedangkan salat wajib berjemaah dikerjakan di sekolah, adalah Zuhur dan Asar karena SIT Al Khair menerapkan full day school.
Baca juga: KalselPedia - Akbar Rahman, Penggagas Huntara untuk Korban Banjir Kalsel
Baca juga: Warga Adat Hantakan Datangi DPRD HST, Minta Ilegal Logging di Meratus Diberantas
Menariknya, sekolah ini satu-satunya yang menerapkan program tidur siang bersama.
Murid diberi kesempatan tidur siang dengan waktu 30 menit sampai satu jam sebelum Salat Zuhur, yaitu pukul 11.30 sampai 12.30 wita.
Kebijakan itu mulai diterapkan sejak 2018. Program qailullah itu dirutinkan, mengingat para murid harus belajar sejak pukul 07.30 Wita sampai 14.40 Wita bagi kelas I sampai III dan sampai pukul 16.30 Wita bagi kelas IV sampai kelas VI.
Qailullahbertujuan, meningkatkan produktivitas, menurunkan stress, menguatkan aktivitas ibadah serta menjaga kesehatan.
Baca juga: Viral Jadi Spot Swafoto di Kalsel, Begini Indahnya Pemandangan Jembatan Nateh HST
Baca juga: KalselPedia - Profil Pena Real Madrid Indonesia Regional Banjarmasin
Namun, sejak masa pandemi Covid-19, kegiatan be;ajar tatap muka tidak dilaksanakan dan diganti dengan beajar daring.
(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/lomba-fesyeh-show-dari-barang-bekas-di-sit-al-khair-jalan-brigjen-h-hasan-basry-barabai.jpg)