Breaking News:

Berita Tanahlaut

PPKM Mikro di Tanahlaut Dimasifkan, Aparat Desa dan Tetangga Diminta Ayomi Warga Isolasi Mandiri

PPKM Mikro di Tanahlaut diterapkan hingga lingkungan RT. Aparat desa dan tetangga diminta untuk membantu warga yang tengah isolasi mandiri

FOTO AMY HASAN UNTUK BANJARMASINPOST.CO.ID
Wabah Corona Kalsel, suasana pemulangan pasien sembuh di Fasyansus Covid-19 Tala beberapa waktu lalu. Sebelumnya, petugas mewejangan agar tetap disiplin prokes. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Masih tingginya penularan corona virus diseases (covid-19) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), disikapi serius pemerintah daerah setempat.

Pengetatan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes) saat ini masih terus digencarkan pada semua jenis aktivitas masyarakat.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro juga diperluas ke perdesaan secara masif. Posko telah didirikan di tiap desa.

"Sepertinya petugas mesti sering-sering keliling ke lingkungan permukiman agar warga terus terngiang-ngiang tentang pentingnya taat prokes," ucap Wardian, warga Pelaihari, Senin (29/3/2021).

Baca juga:  Monitoring PPKM Mikro, Para Prajurit Ini Pantau Aktivitas Warga Tapin di Tengah Pandemi

Baca juga: ASN Kabupaten Tapin Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas Keluar Daerah, Berlaku Selama PPKM Mikro

Baca juga: Sebanyak 347 Pos PPKM Mikro Telah Dibentuk di Tabalong, Dilengkapi Aplikasi RT Cegah Covid-19

Ia mengatakan di jalan umum masih kerap terlihat pengendara tanpa mengenakan masker. Padahal sejak merebaknya pandemi covid-19, tiap orang yang ke luar rumah mesti mengenakan masker.

Bupati Tala HM Sukamta selama ini pun terus berulangkali menggaungkan ketaatan penerapan prokes. Tiap menghadiri acara maupun membuka kegiatan, ia selalu mengingatkan tentang hal tersebut.

Pemerintahannya hingga sekarang juga belum ingin melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Ini mengingat masih tingginya kasus covid-19 di Tala. PPKM mikro juga terus digalakkan.

Implementasi pelaksanaan PPKM Mikro tersebut bahkan hingga level rukun tetangga (RT). Pasalnya, warga pada lingkup terkecil tersebut yang paling mengetahui kondisi di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Ketika ada salah satu warga yang positif covid-19 dan menjalani isolasi mandiri, maka lingkungan setempat yang mengambil peran," ucap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tala Antonius Jaka.

Pada kondisi seperti itu, jelasnya, lingkungan sekitar bersama aparatur desa dan stakeholder terkait mesti menjamin isolasi mandiri tersebut terlaksana secara efektif.

Setidaknya selama 14 hari sejak terinfeksi (positif) covid-19, warga yang terpapar mesti benar-benar all out menjalani isolasi mandiri yakni berdiam diri di rumah tanpa interaksi dengan warga lainnya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Gubernur Minta Kepala Daerah Perpanjang Masa PPKM Mikro

"Tetangga dan pemerintah desa (pemdes) mesti menjamin kebutuhan pangan mereka selama 14 hari itu. Pemdes bisa mengalokasikannya dalam APBDes. Itu sudah ada aturannya, dibolehkan," jelas Jaka.

Dikatakannya, setelah 14 hari isolasi mandiri maka warga yang terpapar diperkenankan kembali ke luar rumah dan mulai berinteraksi. Tentu tetap wajib menaati prokes.

"Sudah ada hasil penelitiannya, virus covid-19 akan mati setelah 14 hari," jelas Jaka.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved