Breaking News:

Berita Tapin

 Monitoring PPKM Mikro, Para Prajurit Ini Pantau Aktivitas Warga Tapin di Tengah Pandemi

selain Monitoring PPKM Mikro, Para Prajurit ini juga memantau aktivitas warga yakni para pengrajin atap daun di masa pandemi covid 19

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/stanislaus Sene
Babinsa saat menghampiri warga yang sedang beraktivitas membuat anyaman atap daun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Giat monitoring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Mikro) terus dilaksanakan jajaran prajurit Koramil 1010-05/Candi Laras Utara, Jumat, (26/03/2021).

Pantauan Banjarmasinpost.co.id selain Monitoring PPKM Mikro, Para Prajurit ini juga memantau aktivitas warga yakni para pengrajin atap daun di masa pandemi covid 19, Desa Pariok, Rt 08, RW 04, Kecamatan Candi Laras Selatan.

Giat monitoring ini dilaksanakan untuk terus mengingatkan warga akan pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi covid 19 serta kemajuan ekonomi warga pengrajin atap daun.

Seorang warga pengrajin atap daun, Arsiah (47) saat ditemui Banjarmasinpost.co.id mengatakan dimasa Pandemi Covid-19, pihaknya terus beraktivitas dari rumah dan intens dengan usaha ini.

Baca juga: Tarik Minat Pelajar Jadi Prajurit TNI, Kodim 1008/Tanjung Sosialisasikan di Lokasi TMMD

Baca juga: Kepala Adat Hantakan Sebut, Pembalakan Hutan di HST Dibekingi Oknum TNI/Polri, Ini Respon Kapolres

Baca juga: Sebanyak 100 Prajurit TNI Kodim 1006 Martapura Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap II

"Setiap hari saya produksi 100 lembar daun atap mulai dari pagi hingga sore hari," ujarnya.

Ia mengatakan dalam 15 hari dapat membuat 1000 lembar dan dijual dengan harga 25-30 ribu per seratus lembar ke pengepul.

Arsiah juga mengatakan selain untuk keperluan penjualan, aktivitas ini juga untuk mengajarkan remaja putra dan putri agar dapat melanjutkan usaha ini sehingga tidak punah dimakan jaman.

Danramil 1010-05/CLU, Kapten Inf Budiman mengatakan memang menjalankan aktivitas di masa pandemi covid-19 ini tidak mudah.

Selain harus beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari juga di sisi lain masyarakat didorong untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru yakni beraktifitas dari rumah.

"Ini adalah upaya kita bersama untuk mengurangi risiko penyebaran covid-19 sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa," jelasnya.

Baca juga: Siap-siap BLT UMKM Dimulai Maret 2021, Syaratnya Bukan ASN atau TNI/Polri dan Pegawai BUMN atau BUMD

Ia mengatakan di Desa Pariok, mata pencaharian masyarakat pada umumnya adalah petani, sehingga untuk tambahan penghasilan perlu ada usaha lain untuk menunjang ekonomi keluarga salah satunya usaha daun atap.

"Saya perintahkan para Babinsa agar masif di lapangan untuk bertemu dengan warga. Selain sosialisasi Prokes juga untuk memantau perkembangan ekonomi warga," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved