Breaking News:

Berita Tabalong

Satlantas Polres Tabalong Sosialisasikan Mekanisme Tilang Elektronik

Satlantas Polres Tabalong juga sudah melakukan sosialisasi-sosialisasi terkait mekanisme tilang elektronik.

Satlantas polres Tabalong
Sosialisasi mekanisme ETLE pada pengunjung Samsat di Tabalong, Senin (29/3/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) saat ini sudah diluncurkan di 12 Polda yang ada di Indonesia.

Meski Kalsel belum termasuk dari 12 Polda yang meluncurkan  pada tahap pertama ini, namun sosialisasi terkait ETLE ini sudah mulai diberikan ke masyarakat.

Seperti dilakukan jajaran Satlantas Polres Tabalong yang saat ini juga sudah melakukan sosialisasi-sosialisasi terkait mekanisme tilang elektronik ini.

Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori melalui Kasatlantas Iptu Narendra Rian Agusta, Senin (29/3/2021), membenarkan adanya sosialisasi ETLE yang mereka lakukan.

Baca juga: Banjarbaru Belum Terapkan Sistem Tilang Elektronik, Tidak Semua Titik Sudah Dipasang Kamera ETLE

Baca juga: Tilang Elektronik Berlaku Mulai 6 Agustus 2020, Ayo Siapkan SIM, STNK & Kelengkapan Lainnya!

"Sosialisasi yang sudah dilaksanakan di antaranya kepada masyarakat yang datang ke samsat dan juga melalui radio," ujarnya.

Selain itu ,sosialisasi ETLE juga mereka lakukan dengan memanfaatkan platform media sosial (medsos) dan media massa lainnya.

Dalam sosialisasi disampaikan, ETLE merupakan sistem penegakan hukum bidang laluLintas berbasis informasi yang akan mencatat, mendekati, dan memotret pelanggaran di jalan raya melalui kamera CCTV.

"Kamera ini akan terhubung langsung ke kantor polda masing-masing kota," katanya.

Setelah ditemukan pelanggaran, sebagai tindaklanjutnya maka bukti pelanggaran akan dikirimkan sesuai dengan alamat pelanggar.

Untuk jenis pelanggaran yang jadi sasaran seperti, terobos traffic light, tak patuhi rambu dan marka jalan, ganji genap kendaraan bermotor, pegang ponsel, lawan arus, tidak pakai helm.

Kemudian, keabsahan STNK atau TNKB, tidak gunakan sabuk pengaman serta melanggar pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Bagi yang kedapatan melanggar maka diberi waktu 8 hari dari diterimanya surat bukti pelanggaran oleh pelanggar untuk lakukan konfirmasi baik via online maupun datang langsung ke bagian tilang atau posko ETLE.

Baca juga: Polres Kobar Bersama Instansi Terkiat Persiapkan Program Tilang Elektronik, Ini Tanggapan Warga

Selanjutnya apabila setelah diterbitkan tilang untuk pembayaran denda ternyata dalam 15 hari tidak dibayar juga oleh pelanggar maka pajak STNK akan diblokir.

"Inshaa allah, Polda Kalsel akan melaksanakan Launching ETLE di tahap kedua dan itupun baru akan dilaksanakan di Banjarmasin," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved