Berita Banjarbaru
Siswa SMKN 1 Banjarbaru Kalsel Ujian Praktik Tatap Muka
Peserta UKK empat Kriya di SKMN 1 Banjabaru, yakni kayu, logam, tekstil, kramik, bergantian masuk ruang praktik. Wajib masker, cuci tangan, jaga jarak
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menggelar ujian kompetensi keahlian atau UKK, Senin (29/3/2021) pagi.
Walau UKK dilakukan dengan cara bertahap, namun diterapkan protokol kesehatan sangat ketat, wajib bermasker, cuci tangan sebelum masuk dan jarak minimal 1,5 meter.
Setelah bel berbunyi, peserta UKK empat Kriya, yakni kayu, logam, tekstil dan kramik, bergantian masuk ruan praktik ujian.
Mereka lalu mengambil tempat ujian dengan jarak antar 1,5 meter dan juga diminta memakai masker saat UKK berlangsung.
Baca juga: VIDEO SMP di Batola Ujian Sekolah Tatap Muka, Maksimal 10 Siswa Per Kelas
Baca juga: VIDEO Terkendala Jaringan, Siswa SMAN 2 Banjarbaru Ini Ujian di Laboratorium Komputer Sekolah
"Sebelumnya, ruang praktik juga sudah kami semprot desinfektan agar benar benar steril," kata Kepala SMK 1 Banjarbaru Rosehan Anwar didampingi Wakasek Kriya Tekstil, Puji Lestari, Senin (29/3/2021).
Masing masing UKK kriya, lanjutnya, dibagi dalam rombongan belajar (rombel) dan satu ruangan hanya diisi maksimal 18 orang.
Saat Ujian Sekolah Tatap Muka berlangsung, ada satu siswa yang kedapatan lupa membawa masker, sehingga guru memberikan masker cadangan.
"Kalau saat simulasi UKK siswa yang tidak bermasker kita suruh pulang ambil dulu. Namun karena ini ujian jadi kita berikan masker sehingga waktunya tidak terbuang," kata Rosehan.
Baca juga: Siswa SMP Berkurumun Usai Ujian, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Sarankan ini
Baca juga: Terkendala Jaringan, Siswi SMAN 2 Banjarbaru ini Sendirian Menjalani Ujian di Ruang Lab Komputer
Tatap muka bagi SMK 1 Banjarbaru tidak kali ini saja, namun saat praktik yang mewajibkan siswa datang langsung harus ke sekolah.
"Jadi, mereka tidak hanya UKK saja ke sekolah saat praktik, namun waktunya bergantian dan dibatasi," sebut dia.
Saat waktu ujian kompetensi keahlian selesai, siswa diminta langsung pulang ke rumah masing-masing dan dilarang berkumpul di sekolah.
"Sebelum Salat Zuhur, mereka harus pulang. Sebab biasanyam mereka salat berjamaah di musala. Jadi, sebelum azan, mereka pulang," imbuh Rosehan.

Tidak hanya itu kantin di sekolah pun tetap tutup sebab kantin biasa menjadi salah satu tempat berkumpul siswa.
(Banjarmasin post.co.id/Khairil Rahim)