Ekonomi dan Bisnis
Kegiatan Vaksinasi Akan Libatkan Sektor Pariwisata dan PHRI Kalsel
Pengurus PHRI Kalsel dan PHRI Kota Banjarmasin berkoordinasi dengan Dinkes Kota Banjarmasin untuk pelaksanaan vaksinasi terhadap karyawan anggota PHRI
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARAMASIN - Kementerian Kesehatan memasukkan sektor pariwisata sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap kedua.
Diketahui, hotel dan restoran terkena dampak pandemi Covid-19 hingga banyak karyawan yang di rumahkan.
Sekretaris Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kalimantan Selatan ( BPD PHRI Kalsel ), Nurul Fahmi, menjelaskan, di awal pandemi ada 10 hotel berbintang yang tutup.
Kemudian, sekitar 1.400 karyawan dirumahkan. Sampai sekarang, beberapa hotel masih merumahkan karyawannya karena pendapatan menurun akibat masih belum selesainya pandemi Covid-19.
Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Penambahan Positif Terus Naik, Ini Penjelasan Dinkes
Baca juga: Pemudik Lewat Jalan di Provinsi Kalsel Bakal Kena Rapid Antigen
Dijelaskan Nurul Fahmi, khusus Kota Banjarmasin, ada 60 anggota dan tentunya merupakan sektor yang berperan penting untuk PAD Kota Banjarmasin.
Upaya memulihkan bidang pariwisata, termasuk usaha restoran dan hotel, pemerintah pusat menggalakkan vaksin Covid-19.
"Hotel dan restoran memang sangat bersentuhan langsung dengan publik dan konsumen. Untuk itu, tentu kami sangat memerlukan vaksinasi Covid-19 agar tenaga kerja maupun konsumen dapat terlindungi dari virus," ucap Fahmi, Rabu (31/3/2021).
Sementara itu, PHRI Kota Banjarmasin telah meminta Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin agar bisa memperhatikan untuk vaksinasi kepada karyawan hotel dan restoran.
Baca juga: Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA Ingatkan Pentingnya Pemetaan Zona Covid-19
Baca juga: Bawaslu Pantau Akun Medsos Paslon Jelang PSU Pilwali Banjarmasin 2020
Pengurus BPD dan BPC PHRI Kota Banjarmasin juga terus berupaya menghubungi instansi terkait di Dinkes Kota Banjarmasin dengan jawaban vaksinnya lagi belum datang dan diperkirakan di bulan Maret 2021.
"Untuk tempat dan peralatan penunjang vaksinasi, kami menyiapkan tanpa dibebankan biaya kepada pelaksana vaksinasi. Artinya, betapa antusiasnya PHRI untuk minta divaksin kepada semua anggotanya," imbuh dia.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pertemuan-jajaran-phri-di-kalsel-terkait-persiapan-vaksinasi-31032021.jpg)