Wisata Kalsel
VIDEO, Puncak Titian Musang di Papagaran HST, Kemping Lebih Asyik
Wisata Kalsel, objek wisata di Kecamatan Hantakan, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah diporakporandakan banjir bandang 14 Januari 2021 lalu
Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Wisata Kalsel, objek wisata di Kecamatan Hantakan, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah telah diporakporandakan banjir bandang 14 Januari 2021 lalu.
Namun, jangan khawatir, masih banyak wisata alam lainnya di kecamatan tersebut yang belum tereksplore pencinta wisata alam. Contohnya, Puncak Titian Musang. Lokasinya di Desa Patikalain Dusun Papagaran. Wisata ini memang belum begitu di kenal khalayak umum.
Namun, di kalangan pencinta alam, maupun relawan pasca bencana banjir sudah tak asing lagi. Sebab, sering dijadikan sebagai tempat camping atau berkemah. Jaraknya sektar 31,3 kilometer dari Barabai, ibukota Kabupaten HST. Atau waktu tempuh sekitar 1 jam. Melewati Kecamatan Batubenawa menuju Hantakan, perjalanan dimulai dari Desa Bulayak, kemudian melewati Desa Timan, lalu ke Patikalain menuju Papagaran.
Untuk kondisi jalan, pasca banjir bandang, kalian akan melewati dua jembatan darurat. Selanjutnya lancar dengan jalan beraspal dan jalan berbatu.
Baca juga: Wisata Kalsel di HST : Melihat Kota Barabai dari Puncak Titian Musang, Malam Hari Lebih Cantik
Baca juga: Wisata Kalsel di HST : Serunya Internetan di Puncak Titian Musang, Pengunjung Bisa Siaran Langsung
Baca juga: Wisata Kalsel di HST : Ada Meja dan Bangku Kayu di Puncak Titian Musang, Bisa Bersantai Minum Kopi
Baca juga: Wisata Kalsel di HST : Asyiknya Kemping di Puncak Titian Musang, Dapat Moment Awan Putih dan Sunrise
Menuju Papagaran sendiri, harus ekstra hati-hati. Pastikan kendaraan bermotor atau mobil anda fit. Sebab, ada dua tanjakan ekstrem yang harus didaki dengan kondisi jalan batu kerikil tajam, dan sebagian masih tanah.
Karena bukan objek wisata yang dikelola, tak ada fasilitas untuk parkir. Jika naik sepeda motor atau mobil, bisa parkir di tepi jalan.
Untuk jenis mobil yang masuk ke medan tersebut, tidak direkomendasikan jenis city car. Titian MUsang, bisa jadi alternatif wisata jika berkunjung ke HST. Khususnya bagi penyuka alam wisata alam bebas. Tempat ini masih menawarkan keindahan alam pegunungan meratus dari puncak ketinggian.
Puncak Titian Musang sendiri letaknya di tengah atau dikelilingi jejeran pegunungan Meratus yang didominasi hijau pepohonan . Disekitarnya juga terlihat ladang masyarakat adat suku Dayak Meratus yang t padinya mulai menguning jika berkunjung di bulan ini. Dari puncak itu pula, pengujung bisa duduk santai menikmati pemandangan alam dengan langit yang biru.
Untuk menaiki puncak Titian Musang, cukup mudah. Sudah ada jalan tanah yang dipapas, berfungsi sebagai tangga.
Namun, tidak ada pegangan sehingga tetap mengandalkan keseimbang tubuh saat mendaki. Jarak dari tempat parkir ke atas puncak sekitar 150. Namun cukup bikin ngos-ngosan, khusunya bagi yang jarang berolahraga.
Berkunjung ke puncak tersebut, akan lebih asyik jika bermalam di lokasi. Pengunjung bisa camping atau berkemah di puncak atau di bawah puncaknya. Reza Pahlifi relawan yang selama ini mempromosikan puncak titian musang tersebut mengatakan, sering berkemah di sana.
“Jika bermalam, paginya bisa melihat keindahan hamparan awan putih. Sekaligus sinar matahari saat mulai terbit dari langit,”ungkap Reza. Namun, bagi yang tidak bermalam, datang di waktu menjelang sore disarankan, jika ingin mendapat moment matahari terbenam dengan catatan cuaca sedang cerah. Datang diwaktu siang, tidak dianjurkan karena di puncak tersebut belum ada tempat berlindung.
Afif, warga Hantakan yang juga sering menjadi pemandu wisatawan ke Puncak Titian Musang mengatakan, selain warga lokal dari HST,puncak ini juga sudah dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, di Banua Anam.
“Umumnya mereka datang untuk bermalam,”kata Afif. Menurutnya, jika berkemah, pengujung juga bisa melihat kota Barabai dariatas puncak, dan di malam hari lebih jelas tampak, karena diwarna cahaya lampu. Diapun pun mengimbau, bagi yang berkunjung ke tempat itu agar tak membuang sampah sembarangan.