Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Dinas Perindustrian Kalsel Lirik Investor Pengusaha Timur Tengah, Nilai Punya Finansial Lebih Besar

inas Perindustrian Kalsel berencana mengundang pengusaha asal Timur Tengah untuk berinvestasi di Banua

banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Mahyuni MT. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -  Dinas Perindustrian Kalsel berencana mengundang pengusaha asal Timur Tengah untuk berinvestasi di Banua yang diharapkan menjadi sektor produktif yang menghasilkan pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Saat ini Dinas Perindustrian sedang melakukan kajian studi Kelayakan investasi hilirisasi industri dan Supplai Chain pada komoditas sawit, karet, bijih besi dan batubara," kata Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni, Jumat (16/4/2021) 

Dengan studi kelayakan tersebut, sambung Mahyuni, Kalsel bisa mempunyai data variabel investasi besar dan nilai investasi yang diperlukan, semisal  BEP, IRR, NPV serta komoditi yang akan diproduk.

"Pertimbangan investasi yang kita prioritaskan untuk produk barang yang memenuhi permintaan ekspor dan substitusi impor seperti LPG, bijih plastik, baja karbon, baja paduan, oleo energi, oleo chemikal, oleo food, belt conveyor ban mobil & motor dan sejeninsya," urainya. 

Baca juga: Pemeritah Jokowi Izinkan Investor Asing Cari Harta Karun Bawah Laut Indonesia, Syaratnya Tak Gampang

Baca juga: Percepat Pengembangan Kawasan Industri Jorong, Pemkab Tala Disarankan Tawarkan ke Investor Asing

Baca juga: Menteri Perindustrian RI Beberkan Peta Jalan Industri 4.0 Menuju Negara Ekonomi Terbesar

Selanjutnya data investasi tersebut bisa dijadikan bahan berpromosi pada forum investasi di negara-negara Timur-Tengah. 

Mahyuni mengungkapkan alasan mengundang pengusaha asal Timur-Tengah dibanding dengan pengusaha asal negara lain.

Menurutnya,para putera mahkota di negara Timur tengah lebih mempunyai kemampuan fiskal yang besar. 

Disisi lain, berkurangnya produk minyak bumi mereka sudah pasti bila diajak investasi maka mereka akan tertarik  berinvestasi disektor industri sebagai peluang bisnis baru mereka. 

Pihaknya, sudah mempelajari data makro dunia Negara Timur-Tengah dan mendapati dari tahun ketahun semakin mengalami penurunan.

Baca juga: Realisasi Investasi Kalsel Tahun 2020 hanya 60 persen, Investor Korea Paling Tinggi di Kalsel

"Itu berarti mereka harus mempersiapkan diri untuk menginvestasikan saham mereka dibidang lain, dan kita pun mencoba melakukan pendekatan-pendekatan layak industri," kata Mahyuni. 

Dilanjutkan Mahyuni, dengan adanya Investasi industri di Wilayah Kalsel, maka juga akan berdampak dengan naiknya pendapatan di sektor pajak dan semakin berkurangnya angka pengangguran. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda) 

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved