Ekonomi dan Bisnis

Menteri Perindustrian RI Beberkan Peta Jalan Industri 4.0 Menuju Negara Ekonomi Terbesar

Menperin RI Agus Gumiwang paparkan tentan upaya mewujudkan target Indonesia masuk jajaran 10 negara ekonomi terbesar pada beberapa tahun ke depan.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
Screenshot Akun Yotube FMB9ID IKP
Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat menyampaikan materi tentang mempersiapkan peta jalan implementasi industri 4.0, sebagai upaya mempercepat otomatisasi dan digitalisasi sektor-sektor industri dalam negeri, Senin (5/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah telah mempersiapkan peta jalan implementasi industri 4.0,  sebagai upaya mempercepat otomatisasi dan digitalisasi sektor-sektor industri dalam negeri.

Hal ini demi mewujudkan target Indonesia masuk jajaran 10 negara ekonomi terbesar pada beberapa tahun ke depan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) secara virtual, dengan tajuk Industri 4.0 Menuju Pemulihan Ekonomi Industri 4.0, mengatakan, percepatan pembangunan industri memasuki otomatisasi dan digitalisasi.

"Sasaran utama, yakni menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030," ujarnya, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Sempat Diterpa Pandemi Covid-19, Kini Industri Semen Mulai Alami Peningkatan Permintaan

Dikatakan Menperin RI, pemerintah telah melakukan serangkaian kajian mendalam dalam memilih sektor-sektor yang potensial.

Beberapa sektor yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan digitalisasi, dapat segera membawa dampak yang positif terhadap pertumbuhan perekonomian bangsa dalam waktu yang singkat.

"Kriteria industri 4.0 sesuai dengan tiga aspirasi, yakni industri tersebut memberikan 10 persen ekspor netto terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), meningkatkan produktivitas terhadap biaya dua kali lipat, dan pengeluaran riset dan pengembangan minimal 2 persen dari PDB," lanjutnya.

Berdasarkan hal itu,  terdapat 7 sektor yang akan dipilih oleh pemerintah dalam melakukan digitalisasi, yakni makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, elektronika, farmasi dan alat kesehatan.

Baca juga: VIDEO Kadis Perindustrian Kalsel Sebut Sektor Ini Potensi Jadi Hilirisasi Industri

"Tujuh sektor ini dipilih karena telah memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total PDB manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur dan 60 persen penyerapan pekerja industri," ungkap Menperin Agus.

Ia mengatakan, untuk mewujudkan hal di atas, diperlukan bantuan dan dukungan berbagai pemangku kepentingan yang termasuk ke dalam ekosistem industri 4.0.

Masing-masing perannya sangat penting dalam menyokong terjadinya percepatan digitalisasi di berbagai sektor industri pilihan di atas.

Foto : REI Expo 2018 Kalsel diramaikan 57 stand dari 51 partisipan baik developer, perbankan dan stakeholder industri properti
ILUSTRASI - Pameran industri perumahan, perbankan dan stakeholder di Kota Banjarmasin , Kalimantan  Selatan. (BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY)

"Pertama, terdapat peran grup konsultan yang akan memberikan asistensi terhadap transformasi industri 4.0 di sektor-sektor tersebut. Dengan begitu, terjadinya digitalisasi dapat sesuai dengan harapan dan target yang telah dipertimbangkan secara matang oleh berbagai instansi pemerintah," tandas Gumiwang.

Kedua, penyedia teknologi. Perannya adalah menyediakan berberbagai teknologi yang diperlukan oleh para pelaku industri dalam melakukan transformasi digita.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved