Berita Batola

Ramadhan 1442 H, Pengrajin Purun di Batola ini Kebanjiran Pesanan

Memasuki awal Ramadhan, Tri Fatiman, mantan atlet dayunhg Batola kebanjiran pesanan bakul purun dari sejumlah pelanggannya

Tayang:
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Tri Fatimah, pengrajin anyaman purun di Kelurahan Lepasan, Kecamatan Bakumlai yang menerima banyak pesanan bakul di bulan Ramadhan 1442 H ini 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Ramadhan kali ini menjadi keberkahan tersendiri bagi Tri Fatimah, pengrajin anyaman purun di Kabupaten Barito Kuala.

Bagaimana tidak, memasuki awal Ramadhan, warga Kelurahan Lepasan, Kecamatan Bakumpai ini kebanjiran pesanan bakul purun dari sejumlah pelanggannya.

Beberapa hari terakhir telah masuk pesanan sekitar ribuan bakul purun dengan berbagai jenis.

Mulai dari yang polos hingga bermotif khusus.

Baca juga: Tiadakan Safari Ramadan, Bupati Batola Imbau Pengurus Mesjid Taati Prokes Saat Peribadatan

Baca juga: Kabur Usai Gelut di Sungai dengan Almarhum Bripka Mashudin, Faisal Dimankan Saat Sembunyi di Batola

"Rata-rata mereka yang memesan untuk parcel atau paket lebaran nanti. Jadi jauh-jauh hari sudah memesan," ungkap Tri, Jumat (16/4/2021).

Dari berbagai jenis anyaman bakul purun yang ia buat, untuk yang polos dibandrol dengan harga kisaran dari 5 ribu hingga 7 ribu, adapun yang bermotif dan berwarna dari 10 ribu hingga 25 ribu.

Dengan ramainya pesanan ini, Tri mengaku senang, karena lumayan sebagai tambahan penghasilan sepanjang bulan suci Ramadhan.

Meskipun di hari-hari biasa ia tetap menerima pesanan namun jarang dengan jumlah yang besar.

Baca juga: Masuk Kalteng, Pengguna Transportasi Umum Wajib Bawa Suket Negatif Rapid Tes Antigen

"Ya Alhamdulilah ada rezekinya di bulan puasa, kawan-kawan pengrajin di sini juga punya penghasilan tambahan," beber Tri yang juga mantan atlet dayung ini.

Meski mendapat banyak pesanan, Dara kelahiran 6 Mei 1994 ini juga mengaku sedikit terkendala dengan pasokan bahan purun yang mulai terbatas.

Hal ini dikarenakan para pencari purun sedang menghadapi musim tanam padi.

Karena kebanyakan dari mereka bekerja sebagai petani.

Sehingga tidak punya waktu luang untuk mencari dan pasokan bahan utama pun sedikit berkurang.

Menyiasati hal itu, Tri pun berusaha menghubungi beberapa relasinya sesama pengrajin yang memiliki stok purun banyak.

(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved