Breaking News:

Berita Banjarmasin

Vonis di PN Banjarmasin Lebih Ringan dari Tuntutan JPU, Edy Suryadi Jalani Masa Percobaan

Terdakwa cek kosong H Edy Suryadi divonis PN Banjarmasin 4 bulan pidana, tapi tak perlu dikurung selama masa percobaan 8 bulan tak melanggar hukuman

BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Sidang pembacaan putusan perkara pidana Pasal 378 KUHP terdakwa Edy Suryadi di PN Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (19/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terbukti dalam persidangan melakukan tindak pidana seperti yang diatur dalam Pasal 378 KUHP, H Edy Suryadi divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin hukuman empat bulan kurungan. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama empat bulan," kata Ketua Majelis Hakim, Heru Kuntjoro membacakan putusan di Ruang Sidang Candra, PN Banjarmasin, Jalan DI Pandjaitan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (19/4/2021).

Meski demikian, dalam putusan tersebut Majelis Hakim menetapkan agar hukuman kurungan tak perlu dijalani,  kecuali jika terdakwa terbukti kembali melakukan tindak pidana selama masa percobaan delapan bulan. 

Dalam putusannya, Majelis Hakim menolak seluruh pledoi yang diajukan terdakwa melalui kuasa hukumnya, M Gazali. 

Baca juga: Replik Perkara Dugaan Penggelapan, Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Edy Suryadi 

Baca juga: Jalani Sidang Pemeriksaan Terdakwa Kasus Penggelapan, Edy Suryadi Sebut Dikhianati Rekan Partai

Dalam pledoi, mengemukakan, bahwa kasus yang menyeret kliennya adalah kasus perdata dan bukan perkara pidana. 

Selain itu, dalam pledoi juga disebut bahwa sudah ada pencabutan laporan dari pelapor, sudah adanya perjanjian damai antara pelapor dan terdakwa, serta terdakwa sudah melunasi seluruh kerugian yang sempat dialami pelapor. 

Meski pledoi ditolak, sejumlah hal termasuk terdakwa yang mengakui kesalahan dan berinisiatif menyelesaikan persoalan utang yang mendasari perkara, menjadi pertimbangan Majelis Hakim. 

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni penjara selama lima bulan dengan masa percobaan sepuluh bulan.

Baca juga: Tewas Diduga Terbakar di Bangunan Kosong Banjarmasin, Begini Sosok Amat Dimata Teman

Baca juga: Model dari Banjarmasin M Danias Rezky Rambah Industri Sinetron di Jakarta

Mendengar putusan tersebut, Edy yang hadir mengenakan kemeja putih berkoordinasi dengan kuasa hukumnya dan menyatakan pikir-pikir. 

Begitu pula Jaksa Penuntut Umum, Ira Purbasari, juga menyatakan pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim. 

Diketahui, dari persidangan sebelumnya, kasus yang membelit Edy diawali dari persolan cek kosong yang diserahkannya kepada pelapor, H Aftahuddin. 

Cek bertuliskan nilai Rp 375 juta itu disebut sebagai jaminan pembayaran atas pemesanan sejumlah paket sembako kepada pelapor, yaitu H Aftahuddin, pada 10 April 2019.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved