Berita Jakarta
Guru Dapatkan Pelatihan Trauma Healing Pascabencana
Para guru mengikuti webiner penanganam trauma healing yang diadakan Cetta Satkaara dan Rumah Guru Bimbingan Konseling. Bantu pemulihan pascabencana.
Penulis: R Hari Tri Widodo | Editor: Alpri Widianjono
“PFA itu dukungan praktis layaknya kotak obat darurat yang bisa digunakan orang awam untuk membantu sementara dalam penanganan korban pasca bencana agar lebih tenang dan aman. Namun untuk tahap lanjutannya tetap harus ditangani oleh profesional yaitu psikolog atau dokter,” ujar Ina.
Adapun empat landasan PFA meliputi, Prepare, yakni pengamatan situasi kemanan, gejala serta bantuan yang diperlukan korban.
Look adalah pendekatan sebagai pendengar aktif untuk membantu korban menenangkan diri.
Listen, diterapkan dengan memberikan akses layanan kesehatan. Sedangkan Link, menghubungkan korban ke tenaga profesional sesuai kebutuhannya.
"Yang perlu digarisbawahi adalah jangan bertanya terlalu detail mengenai trauma yang dialami karena justru akan mentriger ingatan korban akan pengalaman bencana,” jelasnya.
Sebagai mitra pelaksana Webinar Pelatihan Psikososial dan Trauma Healing Bagi Tenaga Pendidik, Founder RGBK, Dr Marjuki, MPd, pun menyambut positif antusiasme dari para guru.
Dirinya berharap webinar ini dapat menjadi wadah awal untuk memfasilitasi pengembangan guru terutama dalam hal penanganan trauma pasca bencana.
(Banjarmasinpost.co.id/R Hari Triwidodo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/webinar-pelatihan-psikososial-dan-trauma-healing-bagi-tenaga-pendidik-secara-virtual.jpg)