Berita HST

Tertarik Lihat Umat Islam Sering Berbagi, Pemuda Meratus Kalsel Ini Pun Baca Syahadat

Seorang pemuda Meratus Kalsel akhirnya memutuskan membaca Syahadat ditengah aktifitas sosial di bulan ramadhan

Tayang:
Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Laznas LMI Kalsel.
Anak-anak Meratus yang sebagian merupakan Mualaf di Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah,saat berbuka puasa bersama Laznas LMI Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Lembaga Amil Zakat Nasional  (Laznas) Lembaga Manajemen INfaq (LMI) Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan program berbuka puasa bersama di  Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Program buka puasa bersama tersebut khusus dilaksanakan untuk para mualaf yang sudah menjadi muslim.

Plt Kepala Kanwil Laznas LMI Kalsel Nur Rohman Susanto, Selasa (27/4/2021) menjelaskan, program Laznas LMI bertujuan membantu masyarakat setempat, khususnya para mualaf menjalankan ibadah puasa selama Ramadan 1442 Hijriah tahun ini.

“Harapannya, mualaf yang menjalani puasa Ramadan bisa fokus beribadah, dan tidak kepikiran mau buka puasa dengan apa, karena mereka masih masa pemulihan ekonomi pasca banjir.

Baca juga: Model Cantik Asal Perancis Mantap Mualaf dan Nikahi Pria Aceh, Kisah Cinta 17.000 KM Viral

Baca juga: Terkena Longsor Lagi, Kampung Mualaf di Patikalain HST Butuh Bantuan Air Bersih

Baca juga: Mualaf Dusun Cabai Patikalain Hantakan HST Dibangunkan Masjid Rp 1,2 Miliar

Selain berbuka puasa, Laznas LMI juga memberikan paket sembako.

Dijelaskan perkembangan syiar Islam di desa tersebut cukup pesat. Bahkan, saat melaksanakan kegiatan tersebut,  ada salah satu warga bernama Budi Santoso (26) bersyahadat.

Budi Santoso pemuda Meratus yang memutuskan menjadi seorang mualaf setelah menyaksikan umat Islam yang sering membantu.
Budi Santoso pemuda Meratus yang memutuskan menjadi seorang mualaf setelah menyaksikan umat Islam yang saling membantu. (Laznas LMI Kalsel untuk banjarmasin post)

Dia mengaku memilih Islam setelah aktif mengikuti kegiatan sosial di masyarakat. Budipun mengatakan sering melihat masyarakat Islam saling membantu.

Juga bergotong royong dan tolong menolong satu sama lain. Tak hanya bulan Ramadan, tapi juga selama bencana banjir yang memporakporandakan sejumlah rumah warga Patikalain dan wilayah HST lainnya.

Baca juga: Mantap Jadi Mualaf, Kakek Ini Berani Disunat Diusia 75 Tahun, Istri : Sakitnya Cuma 2 Hari

Umat Islam senantiasa memberikan bantuan tanpa pandang suku, dan agama.

Hal itu, kata Nur Rohman membuat Budi tertarik mempelajari Islam lebih dalam.

“Dia pun bersyahadat, Ahad di Desa patikalain dan dia meminta doa kita semua agar bisa istiqomah,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved