Berita Tanahlaut

Desa di Kecamatan Bajuin ini Kembangkan Kemiri, Pemda Tala Siap Bantu Peralatan Pengolah

Petani di Desa Galam Kecamatan Bajuin mulai mengembangkan kemiri namun masih terkendala permodalan

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
DISKOMINFO TALA
Bupati Tala HM Sukamta melihat dari dekat proses produksi kemiri di Desa Galam, Jumat kemarin. 

Pengolahan buah kemiri itu mendapat perhatian Bupati Tala HM Sukamta.

Di sela kegiatan Manunggal Tuntung Pandang, Jumat kemarin, ia meluangkan waktu melihat dari dekat proses produksi komoditas itu.

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini melihat proses pemecahan kemiri dari cangkangnya.

Baca juga: Pembalap Liar Banjarbaru yang Terjaring Beraksi akan Dites Swab Antigen

Baginya perlu ada sentuhan teknologi agar usaha tersebut kian meningkat.

"Mesin yang digunakan belum sempurna saat memecah kemiri dari cangkang," sebutnya.

Ia meminta instansi terkait seperti Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala dapat melihat secara langsung proses tersebut.

Dengan begitu, dapat memetakan kendala yang dihadapi KTH Desa Galam.

Ia berharap kemasan kemiri yang dihasilkan bisa lebih baik lagi ke depannnya sehingga dapat menembus pasar swalayan.

Menurut Sukamta, KTH Desa Galam ini memiliki terobosan luar biasa.

Baca juga: Diskoperindag Batola Inspeksi Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Modern dan Tradisional

"Proses pemecahan kemiri memiliki prospek luar biasa untuk mengembangkan ekonomi masyarakat," tandasnya.

Dikatakannya, tidak hanya kemiri yang memiliki nilai ekonomis utama.

Lebih dari itu, cangkang yang diproses ulang juga akan mendapatkan nilai ekonomis untuk pengental karet.

Tidak ada residu, recycle-nya sangat baik, sehingga tidak ada limbah.

Ia berharap setelah mendapat perhatian khusus, ada peningkatan signifikan.

Mulai dari mesin pemecah, pemisah hingga pengering berjalan sempurna serta kemasan yang baik.

Hadirnya kemiri kemasan di pasar lokal sangat prospektif.

Terlebih bahan baku buah kemiri juga dihasilkan oleh petani setempat (Galam).

"Tidak menutup kemungkinan ini menjadi sesuatu yang besar. Apalagi hanya satu-satunya di Kalsel proses ini menggunakan teknologi tepat guna," pungkasnya.

(Banjarmasinpost. co.id/roy)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved