Breaking News:

Berita Kalteng

Langgar Aturan Jam Operasional, Satgas Covid-19 Palangkaraya Ancam Tutup Kafe dan THM

Operasional kafe, karaoke dan jenis tempat hiburan malam yang ada di Palangkaraya Kalteng terus diawasi tim Satgas Penanganan Covid-19 Palangkaraya

banjarmasinpost.co.id/faturahman
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya, Emi Abriani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Operasional kafe, karaoke dan jenis tempat hiburan malam yang ada di Palangkaraya Kalteng, terus dilakukan pengawasan oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19 Palangkaraya, Minggu (2/5/2021) malam.

Meski masih diberikan kelonggaran dalam membuka usahanya ternyata masih saja ada pemilik usaha yang  dalam operasionalnya melanggar aturan jam malam yang telah ditentukan oleh Tim Satgas penanganan Covid-19 Kota Palangkaraya.

Pihak Satgas selama ini rutin melakukan pengawasan dengan terjun langsung ke lapangan melakukan pantauan menegur bahkan sudah beberapa pengusaha yang dikenakan sanksi denda karena melanggar aturan jam operasional pada malam hari yang diizinkan maksimal hanya pukul 22.00 wib.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Senin (3/5/2021) mengatakan, pihaknya terus secara rutin melakukan pengawasan untuk memastikan pelaku usaha mematuhi aturan sesuai dengan surat edaran walikota tentang pembatasan jam malam di bulan Ramadan bagi pelaku THM seperti tempat karaoke, kafe, warung makan dan lainnya.

Baca juga: Wabah Corona Kalteng, Tim Satgas Covid-19 Palangkaraya Awasi Protokol Kesehatan Saat Acara di Gedung

Baca juga: Rapid Test Antigen Pengunjung Kafe dan THM, Satgas Covid-19 Banjarmasin Temukan 5 Positif

Baca juga: Tim Satgas Covid-19 PPKM Pahandut Palangkaraya Sosialisasi Prokes di Kafe dan Warnet

“Kami mengimbau seluruh THM di bulan Ramadan wajib tutup sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Patroli terus dilakukan untuk memastikan pelaku usaha menjalankan aturan pemerintah yang telah diberlakukan sesuai dengan SK yang diterbitkan Wali Kota Palangkaraya," ujar Emie

Beberapa THM belum mematuhi aturan pemerintah, karena masih membuka usahanya melebihi jam yang telah ditentukan

."Kami melakukan pendekatan persuasif dengan menjelaskan surat edaran Walikota tersebut. Namun, jika nantinya masih ada THM melanggar, akan diberi sanksi, langsung usaha itu langsung tutup atau aktifitas THM dibubarkan," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved