Breaking News:

Berita Banjarmasin

Resmi, Disdik Kota Banjarmasin Launching 16 Sekolah Penggerak Program Merdeka Belajar

Sekolah Merdeka di Banjarmasin terdiri dari tiga PAUD satu negeri dua swasta, 10 SD delapan negeri dua swasta, tiga SMP satu swasta dan dua negeri.

BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
ILUSTRASI - Apel sebelum ujian sekolah tatap muka di SDN Mawar 2, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (5/4/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 16 Sekolah Penggerak jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP resmi di launching oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sejumlah sekolah itu terdiri dari tiga PAUD satu negeri dua swasta, lalu 10 SD delapan negeri dua swasta, dan tiga SMP satu swasta dan dua negeri.

Dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, 16 sekolah itu terpilih berdasarkan hasil seleksi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Memang juga ada nilai dari tingkat kota, namun tidak terlalu menentukan karena hampir rata-rata semuanya sama," kata Totok setelah mengikuti kegiatan launching, di Balai Kota Banjarmasin, Senin (3/4/2021).

Baca juga: Petugas Gabungan Gelar Operasi Pasar, Harga Bahan Pokok di Banjarmasin Terpantau Aman

Baca juga:  Terjaring Razia Knalpot Brong, 31 Pemilik Motor Bawa Knalpot Standar ke Polresta Banjarmasin

Adapun sekolah tersebut di antaranya untuk tingkat TK yakni, TK Pembina Banjarmasin Tengah, TK Inklusi Pelita Hati dan TK At Tibyan. 

Untuk tingkat SD, ada SDN Pelambuan 4, SDN Seberang Masjid 1, SDN Sungai Andai 3, SDN Sungai Miai 11, SDN Kebun Bunga 3, SDN Antasan Kecil Timur 1, SDN Murung Raya 1, SDN Teluk Dalam 7, SDIT Ukhuwah dan SD Hippindo. 

Sedangkan untuk tingkat SMP, yakni SMPN 20, SMPN 18, SMPN 16, SMP 1 dan SMP Santa Maria Banjarmasin.

Sekolah-sekolah penggerak itu selanjutnya melaksanakan program merdeka belajar, selama tiga tahun.

Baca juga: Pleno Pilkada Banjarmasin Menangkan Petahana, Tim AnandaMU Keberatan Lalu Lakukan Ini

Baca juga:  Tenggelam di Sungai Pangeran, Saat Ditemukan Dua Bocah Banjarmasin Ini Sudah Tak Bernyawa

Di masa itu jelas Totok sekolah akan mendapatkan pendampingan dari kementrian. Pendampingan itu berupa peningkatan kapasitas kepala sekolah, dan juga guru.

Selain itu juga dalam hal pembelajaran, serta dana untuk mendukung proses belajar berbasis IT.

"Bisa dikatakan ini piloting atau uji coba, bagaimana proses belajar kedepan dilaksanakan," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Penulis: Muhammad Rahmadi
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved