Ekonomi dan Bisnis
Ikan Gabus dan Cabai Rawit Picu Deflasi Kalsel di April 2021.
Pada April 2021, di Kalimantan Selatan terjadi deflasi sebesar 0,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,05.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pada April 2021, di Kalimantan Selatan terjadi deflasi sebesar 0,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,05.
Banjarmasin dan Tanjung mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,22 dan 0,07 persen, sementara Kotabaru mengalami inflasi sebesar 0,22 persen.
Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud, menjelaskan Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran.
"Kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,75 persen, diikuti oleh kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,47 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,12 persen," urainya.
Baca juga: Kalsel Masih Terjadi Inflasi pada Maret 2021, Ini Penyebabnya
Baca juga: Kepala BPS Kalsel Kaget karena Terjadi Deflasi pada Januari 2021
Baca juga: Alami Deflasi 0,31 Persen pada Juni Lalu, Bupati HST Minta TPID Siapkan Stok Bahan Pangan
Sementara indeks kelompok lainnya mengalami kenaikan atau tidak mengalami perubahan.
Adapun Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kalimantan Selatan, antara lain ikan gabus, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, cabai rawit, dan
bawang merah.
"Jika dihitung berdasarkan tahun kalender, pada April 2021 Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 0,26 persen sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap
April 2020) sebesar 2,14 persen," urai Edy Mahmud. (banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-bps-kalsel-m-edy-mahmud-menjelaskan-inflasi-dan-deflasi-senin-01022021.jpg)