Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Kalsel Masih Terjadi Inflasi pada Maret 2021, Ini Penyebabnya

Tiga kelompok akibatkan inflasi di Kalsel pada Maret 2021, yakni kelompok makanan sebesar 0,67 persen, rekreasi 0,09 persen, perlengkapan 0,04 persen

BANJARMASINPOST.CO.ID/LENI WULANDARI
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, H Birhasani. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah terjadi inflasi 0,53 persen pada Februari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat saat Maret terjadi lagi sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK), 107, 24.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, Kamis (15/4/2021), menjelaskan, terjadinya inflasi bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Namun dengan memperhatikan kondisi saat ini, menurutnya inflasi Kalsel terjadi lantaran ekonomi sudah mulai bergerak positif.

"Dengan demikian, daya beli masyarakat secara perlahan sudah mulai membaik, karena aktivitas ekonomi dari berbagai sektor. Seperti, perhotelan, pasar, kafe, tempat wisata dan lain-lain mulai buka. Meski, harus menerapkan protokol kesehatan," katanya. 

Baca juga: VIDEO Peran APBN Imbangi Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perekonomian di Kalsel

Baca juga: Narkoba Kalsel : Terjerat Kasus Sabu, Kades di Kecamatan Tapin Utara Ini Divonis Penjara 6,5 Tahun

Sementara itu, Kepala BPS Kalsel M Edy Mahmud, mengatakan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada beberapa indeks kelompok pengeluaran.

"Ada tiga kelompok yang mengalami kenaikan harga tertinggi," katanya melalui Kanal Youtube BPS Kalsel.

Dirincikannya, tiga kelompok tersebut yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,67 persen. 

Kemudian, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,09 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,04 persen.

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Terima 5.000 Rapid Test Antigen dari Pj Gubernur Kalsel

Baca juga: Pembunuhan di Kalsel, Mayat Petani Jagung Hampang Kabupaten Kotabaru Ditemukan di Ladang

Dia mengungkapkan, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi terbesar pada Maret lantaran dua subkelompoknya mengalami kenaikan, yakni subkelompok makanan sebesar 0,81 persen dan subkelompok tembakau sebesar 0,02 persen.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved