Breaking News:

Kalselpedia

Kalselpedia - Program Bilingual Pernah Dijalankan SMAN 2 Paringin Kabupaten Balangan

SMAN 2 Paringin Kabupaten Balangan pernah menjalankan program bilingual karena didukung tenaga pengajar Bahasa Inggris.

BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
Sejumlah siswa SMAN 2 Paringin Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sedang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni lukis, beberapa waktu lalu. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Keberadaan SMAN 2 Paringin menjadi satu sekolah yang banyak dipilih  warga Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.

Sejak berdirinya sekolah tersebut dan mampu membuktikan keberhasilan sistem pembelajaran maksimal kepada siswa, membuat para orangtua mempercayakan anaknya ke SMAN 2 Paringin.

Sekolah yang sering disebut Smandupa ini telah memunculkan para siswa yang memiliki prestasi pada bidang  akademik.

Bahkan setiap tahunnya dalam pelaksanaan UN, nilai para siswa Smandupa selalu tertinggi pada tingkat Kabupaten. Bahkan untuk se Kalsel, mereka masuk dalam 20 besar.

Baca juga: KalselPedia - SMAN 2 Paringin Berkomitmen Menjadi School of Champions

Kepala SMAN 2 Paringin, Rakhmiati, menerangkan, potensi akademik siswa menjadi prestasi unggulan sekolah tersebut. Tentunya, prestasi pada bidang lainnya juga turut mendukung.

Sebut Rakhmi, Smandupa sebelumnya juga menawarkan sekolah bilingual yang menjadi program unggulan.

Sekolah bilingual yang menjadi ciri khas Smandupa telah ada sejak awal berdiri pada 2011. Masa itu, SMA masih dalam binaan atau wewenang dari pemerintah kabupaten.

Namun seiring berjalannya waktu, sejak kewenangan SMA sederajat dinaungi oleh Provinsi Kalsel, lantas program sekolah bilingual pun tak lagi menjadi unggulan.

Baca juga: Mobil PCR Dinkes Balangan Akhirnya Dapat Rekomendasi untuk Hasil Tes Swab PCR

"Dibanding beberapa tahun sebelumnya, program sekolah bilingual di Smandupa menjadi kurang menonjol. Namun kami lebih menonjolkan pada bidang akademik," jelas Rakhmi kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, Rakhmi menerangkan alasan tak lagi kecenderungan bilingual di Smandupa.

Hal itu karena para tenaga pengajar yang berpotensi di Smandupa, khususnya dalam bidang bahasa Inggris,  dipindahtugaskan. 

Namun, sebut Rakhmi, para tenaga pendidik di Smandupa saat ini pun tak kalah perihal kemampuan. Namun pada berbagai macam bidang.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved