Berita Banjarmasin
Latih Rasa Empati Siswa, SMA GIBS Kalsel Bagikan Takjil kepada Warga dan Panti Asuhan
Siswa GIBS bagikan takjil ke Panti Asuhan Yatim Suriansyah, Panti Asuhan Harapan Ibu, Panti Asuhan Muhammadiyah, Panti Asuhan Yayasan Pejuang Mulia.
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah anggota CRC dan SOGIBS atau MPK dan OSIS SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Bagi takjil di sejumlah lokasi.
Mereka Bagi takjil dan makanan untuk berbuka puasa. Tidak hanya kepada warga di jalan, tetapi makanan tersebut juga mereka bagikan ke panti-panti asuhan.
Di antaranya, Panti Asuhan Yatim Suriansyah, Panti Asuhan Harapan Ibu, Panti Asuhan Muhammadiyah, dan Panti Asuhan Yayasan Pejuang Mulia.
Pembina CRC dan SOGIBS, Tony Prastio Aribowo, mengatakan, selain untuk menyambut Bulan Ramadan, kegiatan berbagi buka puasa itu juga sebagai tali silaturahmi antara siswa GIBS.
Baca juga: Resmi, Disdik Kota Banjarmasin Launching 16 Sekolah Penggerak Program Merdeka Belajar
Baca juga: Petugas Gabungan Gelar Operasi Pasar, Harga Bahan Pokok di Banjarmasin Terpantau Aman
Baca juga: Larangan Mudik Lebaran, Sopir Angkutan Umum Kalsel Harapkan Bantuan Selama Tidak Bekerja
Baca juga: Terjaring Razia Knalpot Brong, 31 Pemilik Motor Bawa Knalpot Standar ke Polresta Banjarmasin
"Kegiatan ini sekaligus menjalankan program kerja tahunan pada Bulan Ramadan, yang jelas masa pandemi Covid-19 bukan menjadi rintangan untuk berbagi, tapi jadikan ini sebagai tantangan untuk selalu melakukan hal-hal positif dan selalu bersyukur," kata Tony, Senin (3/5/2021).
Kegiatan berbagi kepada sesama tersebut diharapkan dapat melatih siswa untuk berorganisasi, berkoordinasi.
Selain itu juga diharapkan dapat melatih rasa empati maupun simpati siswa untuk berbagi kepada sesama.
"Dan diharapkan kegiatan positif ini selalu bisa kami laksanakan, baik pada Bulan Ramadan atau pun bulan lainnya," ujar Tony.

Tony menambahkan, kegiatan yang melibatkan siswa tersebut sebelumnya sudah mendapatkan izin dari para orangtua/wali.
"Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru-guru, dan sudah mendapatkan izin orangtua serta sekolah. Kami juga mematuhi dan menjaga protokol kesehatan," jelasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)