Breaking News:

Berita Kotawaringin Timur

Warga Pinggir Sungai Mentaya Sampit Kaget Ada Bangkai Buaya Ukuran 3 Meter

Warga yang bermukim di pinggiran Sungai Mentaya tepatnya di Dusun Belanti, Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawarin

Foto BKSDA Pos Sampit
Buaya berukuran tiga meter penghuni Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng ini, ditemukan warga membusuk mengapung sekitar Pelabuhan Dusun Belanti Desa Bangkoang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit, Kotim, Kalteng Minggu (2/5/2021). 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Warga yang bermukim di pinggiran Sungai Mentaya tepatnya di Dusun Belanti, Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah kaget.

Sebuah bangkai buaya berukuran tiga meter yang sudah membusuk dan mengapung di sekitar pelabuhan Belanti.

Bangkai buaya yang telah mengeluarkan bau busuk tersebut diketahui oleh warga sejak, Minggu (2/5/2021) pukul 11.30 Wib sehingga langsung melaporkannya kepada petugas Pos Sampit.

"Kami dapat laporan adanya buaya mati tersebut dari Kades Bengkoang Makmur Bapak Fitrianur, bangkai Buaya itu terlihat di tepi sungai Mentaya," ujar Muriansyah, Komandan BKSDA Kalteng, Pos Sampit, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Tanggapi Laporan Ada Buaya Berkeliaran,  Bakakar 654 Murakata Tiga Jam Sisir Sungai Mandingin HST

Baca juga: Ini Salah Satu Aktivitas di Bantaran Sungai Mentaya Kotim yang Memicu Serangan Buaya

Baca juga: Buaya Berjemur di Bantaran Sungai Mentaya Jadi Pemandangan Biasa bagi Warga Desa Ganepo Kotim

Baca juga: Buaya Sungai Mentaya Kotim Makin Meresahkan, BKSDA Pasang Plang Peringatan

Dia mengatakan, bangkai buaya tersebut, saat pihaknya datang ke TKP sudah dalam posisi diikat warga di pelabuhan Dusun Belanti." Pukul 12 Siang perugas kami bersam satu Anggota Manggala Agni pos Sampit Bapak Junaedi menuju dusun Belanti. Pukul 12.35 Wib tiba di Pelabuhan Dusun Belanti," ujarnya lagi.

Buaya berukuran tiga meter penghuni Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng ini, ditemukan warga membusuk mengapung sekitar Pelabuhan Dusun Belanti Desa Bangkoang,  Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit, Kotim, Kalteng  Minggu (2/5/2021).
Buaya berukuran tiga meter penghuni Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng ini, ditemukan warga membusuk mengapung sekitar Pelabuhan Dusun Belanti Desa Bangkoang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit, Kotim, Kalteng Minggu (2/5/2021). (Foto BKSDA Pos Sampit)

Diungkapkan Muriansyah, berdasarkan pengamatan pihaknya, ciri binatang penghuni Sungai Mentaya Jenis Buaya Muara,
dengan panjang sekitar 3 meter, diperkirakan berjenis kelamin jantan saat ditemukan kulit punggung buaya sudah mulai mengelupas.

"Kami melakukan pemeriksaan fisik bangkai buaya , tidak menemukan bekas pukulan benda tajam pada tubuh atau punggung buaya."Dari keterangan warga bernama Etek, Bangkai Buaya dilihat hanyut dari arah hulu, pada malam hari, lalu bangkai Buaya diamankan di sekitar Pelabuhan Belanti," ujarnya.

Melihat kondisi buaya yang sudah mati dan membusuk tersebut dan meresahkan masyarakat, ujar Muriansyah, pihaknya kemudian, membawa atau menariknya menggunakan klotok ke tempat yang jauh dari perairan pemukiman dan aktifitas warga.

Muriansyah mengatakan, pihaknya akhirnya menempatkan bangkai buaya yang mengapung di sungai Mentaya tersebut di tempat yang jauh dari permukiman warga."Karena kondisi bangkai buaya sudah membusuk, dan tidak dapat diangkut dan dikuburkan, akhirnya bangkai biaya diletakan di tepi sungai Mentaya, di daerah yang berhutan," ujarnya.

Petugas BKSDA hingga saat ini belum bisa menyimpulkan hingga binatang buas penghuni Sungai Mentaya tersebut hingga mati karena setelah diteliti bagian tubuhnya tidak ditentukan bekas luka pukulan senjata tajam atau benda tumpul. "Penyebab kematian buaya tersebut masih kami ditelusuri," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved