Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dukung Pembatasan Arus Mudik Lebaran, Pemko Banjarmasin Perketat PPKM Mikro

Pemerintah resmi melarang aktivitas mudik terkait dengan lebaran Idul Fitri 2021, mulai 6 hingga 17 Mei 2021 sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-1

Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Penjabat Wali Kota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah resmi melarang aktivitas mudik terkait dengan lebaran Idul Fitri 2021, mulai 6 hingga 17 Mei 2021 sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 secara masif.

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Safrizal pun bahkan telah mengeluarkan sebuah Surat Edaran (SE) terkait hal ini, termasuk juga dilakukannya skrining hingga penyekatan-penyekatan di beberapa titik.

Namun beberapa kabupaten/kota yang termasuk wilayah aglomerasi diberikan kelonggaran, karena tidak sampai dilakukan penyekatan. Seperti Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Meskipun demikian, Pemko Banjarmasin memastikan akan memperketat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Bupati Balangan Tegaskan Larangan Mudik, Khususnya untuk ASN

Baca juga: Korlantas Siapkan 381 Titik Pos Penyekatan, Nekat Mudik Akibatnya Putar Balik atau Denda

Baca juga: Peniadaan Mudik dan Operasi Ketupat Intan 2021 Dimulai Besok, 1.500 Pasukan Gabungan Diterjunkan

Baca juga: Larangan Mudik Lebaran 2021, Angkutan Umum ke Banjarbaru Masih Dibolehkan

"Kita akan bekerjasama dengan Polresta Banjarmasin dan juga Kodim 1007 Banjarmasin serta SKPD terkait untik menegakkan protokol kesehatan dan sebagainya," ujar Penjabat Wali Kota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen.

Fydayeen menambahkan bahwa pelaksanaan PPKM Mikro ini akan lebih diperketatal dibandingkan sebelum-sebelumnya.

Termasuk juga dengan adanya pembatasan jam melakukan kegiatan di luar rumah, tak terkecuali juga aktivitas cafe dan sebagainya yang hanya diperkenankan berlangsung hingga pukul 22.00 Wita.

Bahkan Fydayeen juga membeberkan pengawasan akan dilakukan dengan menggelar razia atau patroli untuk menegakkan PPKM Mikro ini.

"Kita pertegas dengan melakukan beberapa kegiatan yang Insya Allah dimulai pada 6 Mei 2021. Kita juga bisa melakukan penertiban di jalan-jalan termasuk di cafe. Dan kita berkolaborasi dengan kepolisian dan TNI," jelasnya.

Disinggung mengenai apakah ada penyekatan di perbatasan kota Banjarmasin, Fydayeen pun menerangkan hal itu bukanlah kewenangannya.

"Kalau untuk penyekatan-penyekatan seperti itu wewenang dari Polda Kalsel dan juga Polresta Banjarmasin," ucapnya.

Meskipun demikian, Fydayeen menerangkan juga bahwa tidak menutup kemungkinan Pemko Banjarmasin pun juga akan menempatkan petugas di beberapa titik.

"Untuk posko penjagaan-penjagaan kita akan berkolaborasi dengan posko operasi ketupat dari kepolisian," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved