Makam Tertua Berusia 78000 Tahun
Berada di Dalam Gua, Makam Berusia 78.000 Tahun Ditemukan di Afrika Timur
Pada 78.000 tahun yang lalu tanah Afrika kehilangan seorang anak yang kemudian dikebumikan. Makam itu menjadi makam tertua ditemukan di Afrika Timur.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Para arkeolog dunia menemukan makam yang usianya 78.000 tahun. Makam bocah berusia 3 tahun ini berada dalam gua di Afrika Timur.
Para peneliti mengungkapkan kepala bocah diletakkan di sebuah bantal.
Dari susunan tulang yang tersisa memperlihatkan juga bahwa tubuh anak itu telah dibungkus dengan erat ketika dikuburkan.
Pada 78.000 tahun yang lalu tanah Afrika kehilangan seorang anak yang kemudian dikebumikan.
Baca juga: Viral Marahi Jemaah di Masjid Bekasi, Kini Didaulat Jadi Duta Masker
Baca juga: Tilang Mobil Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara, Begini Tindakan yang Dilakukan Polisi
Makam itulah yang menjadi makam tertua yang ditemukan di Afrika Timur.
Arkeolog modern kini menemukan situs Zaman Batu Pertengahan, sebuah makam anak 3 tahun yang ditemukan di gua di Kenya.
Dalam catatan jurnal Nature, para peneliti yang mempelajari sisa-sisa tengkorak yang rapuh dari zaman kuno, menggambarkan bahwa kepala anak itu seperti diletakkan di atas bantal.
Para ilmuwan menamai anak itu Mtoto, yang berarti "anak itu" dalam bahasa Swahili.
Tim arkeolog internasional secara hati-hati memetakan kuburan anak itu untuk menjaga susunan pecahan tulang yang tersisa.
Cara tersebut memungkinkan para peneliti untuk menggali temuan makam tertua itu dengan aman ke laboratorium untuk studi mendetail.
"Ini seperti menggali bayangan," kata Prof María Martinon-Torres, direktur Pusat Riset Nasional Evolusi Manusia Spanyol seperti yang dilansir dari BBC pada Kamis (6/5/2021).
Baca juga: VIRAL di Tiktok Suara Mirip Kuntilanak Bikin Merinding, Sudah Dilihat 1,5 Orang
"(Ketika kami memindahkan temuan itu), kami tidak tahu bahwa kami sedang membawa seorang anak di tangan kami," lanjut Prof Martinon-Torres kepada BBC's Inside Science programme.
Para peneliti dapat mempelajari gigi yang tersisa untuk memastikan bahwa kerangka itu adalah tubuh mungil anak manusia Afrika, berusia sekitar 2-3 tahun. Pemindaian memperlihatkana jasad anak itu disemayamkan dalam posisi, seperti janin di dalam rahim.
Dari susunan tulang yang tersisa memperlihatkan juga bahwa tubuh anak itu telah dibungkus dengan erat ketika dikuburkan.
Kepalanya awal terlihat bertumpu pada sesuatu seperti bantalan daun, yang telah membusuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/makam-tertua.jpg)