Legitnya Bisnis Porang
Bukan Banjar dan Tala, Tapi Balangan Lebih Dulu Ekspor Porang Chip ke Jepang
Kisah sukses Paidi, seorang pemulung di Jawa yang banting setir menjadi pembisnis dan penanam porang rupanya mengisiasi masyarakat di Kalsel untuk t
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - Kisah sukses Paidi, seorang pemulung di Jawa yang banting setir menjadi pembisnis dan penanam porang rupanya mengisiasi masyarakat di Kalsel untuk tanam tanaman porang ini. Termasuk di Kalsel kini masyarakat sudah banyak yang membudidayakan porang.
Sebelumnya di Kalsel, ada dua daerah yang sementara ini bisa dikembangkan menjadi produksi porang ini dengan penanaman tertinggi. Dua daerah itu yakni Daerah Kabupaten Banjar, dan Tanah Laut. Namun, nyatanya diam diam belakangan Balangan lebih dulu mengawali Ekspor porang ini ke Jepang.
Hal ini dilakukan di Kalsel seperi apa yang di ekpos oleh Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Banjarmasin. Dimana untuk pertama kalinya melakukan sertifikasi ekspor porang (Amorphophallus Muelleri) asal Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Ekspor tersebut sebanyak 10 ton dari total permintaan sebanyak 100 ton, yang harus dipenuhi dalam waktu lima bulan.
Baca juga: Petani Tergiur Bisnis Tanaman Porang Karena Harga Jualnya Sangat Tinggi
Baca juga: Porang Dulu Tanaman Sarang Ular, Kini Jadi Sumber Uang Bagi Pembudidaya
Baca juga: Ekspor Porang Ke Jepang, Balai Karantina Pertanian Banjarmasin Jamin Kesehatan dan Keamanan Produk
Baca juga: Porang Diekspor ke Jepang, Pemkab Balangan Siap Dukung Jadi Produk Pertanian Unggulan
Komoditas asal sub sektor tanaman pangan ini, di ekspor ke Negara Jepang dalam bentuk chips, oleh PT Buana Alam Lestari dengan nilai ekonomi senilai Rp 560 juta.
Porang diberangkatkan melalui Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, menggunakan moda transportasi laut, yaitu KM Tanto Langgeng V.220 menuju Pelabuhan Ishigaki Jepang.
Menurut Imam Djajadi, yang mewakili Kepala Badan Karantina Pertanian RI, saat melepas ekspor perdana porang di Kalsel, pada bulan kemarin yakni para April 2021 yang lalu, Ekpor porang ini adalah bentuk komitmen seluruh pemangku kepentingan pembangunan pertanian di Kalimantan Selatan, untuk mensukseskan peningkatkan ekspor pertanian.
Menurut Imam, selain sebagai kabar yang menggembirakan, ia berharap pencapaian ini menjadi satu pendorong kuat, bagi upaya pemulihan ekonomi baik untuk masyarakat Kalsel, khususnya petani porang Kabupaten Balangan maupun secara nasional.
"Satu penyumbang terbesar ekspor dari Kalsel saat ini adalah produk hasil olahan kelapa sawit. Namun kini Kalsel membuka ragam komoditas ekspor baru berupa porang chips. Kedepan momentum positif ekspor perdana ini terus kami jaga dan tingkatkan, agar pertanian di Kalsel dapat terus ambil bagian dalam perkembangan ekonomi, terlebih di masa pandemi yang masih berlangsung," ujarnya.
Secara teknis, Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto menjelaskan, fasilitasi karantina ekspor yang telah diberikan pihaknya yakni pada Porang yang sudah diolah dalam bentuk chips sebanyak 10 ton, dengan negara tujuan Jepang.
Sebagai koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian di wilayah kerjanya, Nur Hartanto menyebutkan pihaknya fokus pada pencapaian target program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks), yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
"Kami pun selaku otoritas karantina bertugas untuk menjamin kesehatan dan keamanan produk yang akan diekspor. Dan kami pastikan Porang Chips asal Kalsel ini telah memenuhi persyaratan internasional tentang sanitari dan fitosanitari, dan sudah tentu akan berimbas pada keberterimaan produk pertanian di negara tujuan," ungkap Nur Hartanto. ( banjarmasinpost.co.id/huda).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tumpukan-atau-karungan-hasil-tanaman-porang-di-kalsel.jpg)