Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Mudik Lebaran 2021 Ditiadakan, Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Kalsel Aman

Menjelang Idul Fitri 1442 H, Pertamina Marketing Operation Region Kalimantan memastikan kebutuhan konsumsi BBM & LPG di wilayah Kalimantan aman

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Menjelang Idul Fitri 1442 H, Pertamina Marketing Operation Region Kalimantan memastikan kebutuhan konsumsi BBM & LPG di wilayah Kalimantan terpenuhi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjelang Idul Fitri 1442 H, Pertamina Marketing Operation Region Kalimantan memastikan kebutuhan konsumsi BBM & LPG di wilayah Kalimantan terpenuhi.

Kesiapan tersebut guna menjamin masyarakat di Kalimantan dapat merayakan Idul Fitri 1442 H dengan tenang dan lancar. 

Dalam mengawal kelancaran distribusi BBM & LPG, Pertamina membentuk Satuan Tugas (Satgas) terhitung mulai 26 April sampai dengan 31 Mei 2021. 

Adanya larangan mudik mengacu pada edaran dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah, Pertamina tetap mengambil langkah antisipasi untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Baca juga: Monitoring Ketersediaan Stok BBM, Polres Tabalong Datangi Sejumlah SPBU di Kabupaten Tabalong

Baca juga: DAFTAR Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia, Berlaku Mulai 1 April 2021

Executive General Manager Regional  Kalimantan, Freddy Anwar,Jumat (7/5/2021) bahkan pertamina 
Pada Idul Fitri 2021 kali ini, mrmprediksi kebutuhan BBM  meningkat dibanding Idul Fitri pada tahun 2020. 

"Karena itu kami di Pertamina memastikan BBM pada saat Idul Fitri aman,"Katanya.

Ia merinci, untuk Konsumsi Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax turbo) untuk wilayah Kalimantan  naik sebesar 2,3 % dari konsumsi normal bulanan atau sekitar  148 KL/hari dari  6.517 KL/hari.

Menyikapi hal tersebut, Pertamina tetap melakukan stok monitoring hingga 11 hari. Khusus untuk premium ketahanan stok hingga 13 hari," urainya. 

Adapun untuk Kalimantan Selatan, sambungnya, rata-rata konsumsi harian gasoline diprediksi naik sebanyak 1,3% dibandingkan dengan konsumsi normal harian.

Dijelaskan dia, secara umum, konsumsi gasoil (Biosolar, Dexlite, Pertamina Dex)  di wilayah Kalimantan    turun 1,3% dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 31 KL/hari dari  2.430,4 KL/hari. Namun, Pertamina tetap melakukan stok monitoring gasoil sesuai dengan kebutuhan. Saat ini stok solar dapat memenuhi kebutuhan hingga 12 hari. 

"Untuk wilayah Kalimantan Selatan, diprediksi mengalami peningkatan sebanyak 2,2% dari konsumsi normal bulanan," sebutnya. 

Freddy Anwar berujar, saat ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beroperasi  seperti biasa dengan tentunya mengaplikasikan protokol pencegahan covid yaitu menggunakan APD, face shield dan atau masker, serta sarung tangan.

Selain itu, penyediaan fasilitas cuci tangan dan penyemprotan desinfektan secara berkala juga dilakukan guna mencegah adanya penyebaran Covid-19.

Baca juga: BBM di HST Langka, Harga Bensin di Eceran Dibanderol Rp 14 Ribu Sampai Rp 15 Ribu

Pertamina memastikan pada saat Idul Fitri maupun Covid-19 ini, telah diinstruksikan untuk mempunyai buffer stock sehingga tidak terjadi kekosongan BBM di SPBU.

Upaya lain yang dilakukan Pertamina MOR VI adalah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait (aparat, perbankan, DLLJAR dll) untuk kelancaran distribusi BBM ke masyarakat terutama di masa-masa pandemic ini. (banjarmasinpost.co.id /Nurholis huda) 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved