Breaking News:

Berita HST

Kepala Anjing Penggigit 3 Warga Dikirim ke Disbunnak Kalsel, Ini Tindakan Kalau Terluka

Warga bunuh anjing yang gigit 3 orang di Kabupaten HST. Dinas Peternakan kirim kepala anjing ke Disbunnak Kalsel, diperiksa positif rabies atau tidak.

WARGA DESA TAAL UNTUK BPOST GROUP
Anjing liar yang melukai 3 orang berhasil dibunuh warga di Desa Taal, Kecamatan Labuanamas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (9/5/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Tiga warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, terkena gigitan Anjing Gila yang diduga pembawa rabies, Minggu (9/5/2021).

Mereka adalah dua warga Desa Awang Besar Kecamatan Barabai dan satu warga Desa Taal, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten HST, Kalsel.

Menderita luka-luka akibat Gigitan Anjing tersebut, para korban pun telah diberikan vaksin antirabies.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten HST, Salahudin, kepada Banjarmasinpost.co.id, mengatakan, Dinas Pertenakan HST akan mengirim sampel kepala anjing yang  telah terbunuh tersebut ke Disbunnak Kalsel (Dinas perkebunan dan Peternakan).

Baca juga: Serangan Mendadak Anjing Gila Bikin Tiga Warga HST Terluka

Tujuannya, kata dia, untuk mengetahui apakah anjing yang telah berhasil dibunuh warga tersebut positif rabies atau tidak.

“Jika positif, pengobatan lanjutan dilakukan terhadap ketiga korban. Pemberian vaksin berikutnya jika positif, dilakukan H plus tujuh dan vaksin ketiga H plus 21,” urai dia.

Disebutkan, tiap pergantian musim hujan ke musim panas, biasanya ada saja anjing terkena rabies. Karena itu,  warga harus waspada.

Di Kabupaten HST, jumlah kasus Gigitan Anjing per tahunnya sekitar 50 sampai 70 kasus. “Angka persisnya saya tidak hapal karena datanya di kantor,” ucap Salahudin.

Baca juga: Polres HST Gelar Test Rapid Antigen, Mulai Anggota Balakar Hingga Petugas Parkir

Baca juga: Alami Kerusakan Parah, Pondok Alquran Arraudah di Meratus Butuh Bantuan

Mengenai pencegahan, jelas dia, dilakukan Dinas Perternakan melalui program vaksinasi hewan.

Mengenai seseorang menjadi korban Gigitan Anjing gila, menurut Salahudin, jika sudah berhasil lepas dari anjing tersebut, segera lakukan pencucian luka di air mengalir dengan menggunakan sabun.

“Tidak perlu diikat, cukup ditutup kasa, atau kain bersih, lalu segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Selanjutnya, pasien diberikan vaksin antirabies,” kata Salahudin.

Ditambahkan, jika anjing yang menggigit positif rabies, korban akan diberikan dua kali vaksin lagi, yaitu seminggu setelah vaksin pertama dan hari ke 21 untuk vaksin terakhir.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved