Breaking News:

Kriminalitas HSU

Korupsi Kalsel, 2 Orang Kasus Proyek WC di Kabupaten HSU Jalani Sidang Pertama

Tersangka korupsi proyek WC di Kabupaten HSU, Ahmad Fauzan pimpinan CV Nusa Indah dan PPK, Ratna Kumala Handayani, disidang di Pengadilan Tipikor.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
FADLY ARBI UNTUK BPOST GROUP
Sidang pertama kasus dugaan korupsi proyek sanitasi WC sehat tahun 2019 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berlangsug di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Senin (10/5/2021). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Kasus korupsi Program Pembuatan Fasilitas Sanitasi WC Sehat tahun 2019 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, tengah memasuki babak baru.

Hal itu ditandai dengan sidang pertama yang dilaksanakan di Banjarmasin, Senin (10/05/2021).

Sebelumnya, Kejari HSU menyerahkan 2 tersangka ke Pengadilan Tipikor Banjarmasin, yaitu Ahmad Fauzan pimpinan CV Nusa Indah dan Pejabat Pembuatan Komitmen (PPK) saat itu, Ratna Kumala Handayani ST ME.

Menurut Kasi Pidsus, M Fadly Arby, sidang pertama untuk pembacaan dakwaan untuk Ratna.

Baca juga: Pengerjaan 100  WC Sehat Tak Sesuai RAB, Kejari HSU Geledah Kantor Perkim dan LH

Di antaranya, terdakwa menetapkan dan menandatangani Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk pembuatan fasilitas Sanitasi (WC sehat) di daerah kumuh dan padat penduduk senilai Rp 1.249.891.477 atau Rp 1,3 miliar.

“Setelah pembacaan surat dakwaan oleh penuntut umum, maka ada eksepsi dari penasehat hukum terdakwa. Setelah itu, tanggapan dari penuntut umum mengenai eksepsi dari penasihat hukum para terdakwa, lalu putusan sela oleh majlis hakim apakah perkara itu dihentikan atau dilanjutkan untuk pemeriksaan saksi,” ujarnya.

Diketahui, program pembuatan fasilitas sanitasi (WC Sehat) daerah kumuh dan padat penduduk kawasan sebanyak 100 paket yang tersebar di 4 kelurahan, yaitu Murung Sari, Antasari, Kebun Sari, Sungai Malang, serta 5 Desa, yaitu Palampitan Hulu, Palampitan Hilir, Sungai Karias, Sungai Bahadangan, Lok Bangkai.

Kedua tersangka kasus WC Sehat perkotaan, dinyatakan melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, orang lain ataupun korporasi merugikan negara dan perekonomian negara Rp 245.021.939.18.

Baca juga: Jaksa Periksa Plt Disdik Kabupaten HSU Selama 6 Jam Terkait Penggunaan DAK

Masih kata M Fadly Arby, rencana pelaksana proyek akan mengembalikan Rp 245.021.939 kerugian negara.

Sedangkan barang yang tidak sesuai dengan pabrikan seperti Bio Septik Tank, seharusnya dibuat oleh pabrikan ada SNI dan ISO, yang dipasang di WC adalah palsu, karena dibuat sendiri di Amuntai.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved