Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Chef Adel Kebanjiran Order, Bisnis Kue Kering di Kota Banjarmasin Kembali Menggeliat

Sejak awal Ramadan lalu, Chef Adel mengaku cukup banyak memproduksi kue khususnya lagi kue kering, mulai dari kue jadul hingga kekinian.

istimewa
Chef Adel bersama kue kering yang diproduksinya. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meskipun pandemi Covid-19 belum juga mereda, namun bisnis kue pada masa lebaran Idulfitri 1442 H di Banjarmasin sepertinya mulai kembali bergeliat.

Pasalnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Seribu Sungai (julukan Kota Banjarmasin, red) cukup banyak bahkan kembali kebanjiran orderan.

Hal ini pun dirasakan oleh Chef Adeline Anggen atau biasa dikenal Chef Adel, yang juga menggeluti bisnis cake dan kue kering sejak beberapa tahun terakhir ini.

Sejak awal Ramadan lalu, Adel mengaku cukup banyak memproduksi kue khususnya lagi kue kering, mulai dari kue jadul seperti nastar, kastengel dan putri salju hingga kue kekinian.

Baca juga: Objek Wisata Pagat Tutup Total, Pemilik Warung Kehilangan Pendapatan

Baca juga: Pemkab HST Tak Punya Alat Berat, Dinas PUPR Kesulitan Laksanakan Program Pengendalian Banjir

Baca juga: Banjir Kalsel, Bantu Koban Banjir di Satui Tanbu, Relawan di Banjarbaru Turunkan Dokter Jantung

Misalnya kue chocolate stick, semprit blueberry, almond mocca cookies, chesse ball, red velvet hingga mocca choco cips.

"Waktu lebaran Idulfitri tahun lalu, tidak banyak yang beli. Tapi lebaran kali ini sudah terjual 700 toples, bahkan setelah lebaran sekarang masih ada pesan," kata Adel kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (15/5/2021) sore.

Tidak hanya menjual kue kering per item, Adel pun juga menyediakan pilihan berupa parcel atau yang dengan istilah kekinian yakni hampers.

"Banyak juga yang pesan hampers, dan biasanya digunakan untuk memberi hadiah kepada kerabat dan sebagainya, jumlahnya sudah lebih dari 100 an yang laku," tambahnya.

Disinggung mengenai pembeli, Adel pun menerangkan kebanyakannya adalah para pelanggan yang sudah pernah mencicipi produk dirinya.

"Tapi banyak juga yang pelanggan baru. Bahkan ada yang datang langsung ke rumah untuk bisa membeli secara langsung. Kadang juga dikirim hingga Kalteng bahkan ke Surabaya," jelasnya.

Meskipun bisnis kue kering pada lebaran kedua di masa pandemi Covid-19 mulai bergeliat, namun Adel mengaku masih belum seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Sebenarnya kalau dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19, baru lebih dari 50 persennya saja. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi dan bisa secepatnya normal lagi seperti semula," pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon) 

Penulis: Frans Rumbon
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved