Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Investor Saham di Kalsel Meningkat, 231 Saham Turun

Bursa Efek Indonesia (BEI) Banjarmasin mencatat, sebanyak 249 saham mengalami kenaikan, 231 saham turun dan tidak ada perubahan 251 saham.

KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI
ILUSTRASI - Pergerakan saham dan pelaku pasar. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Jumlah investor saham di Kalimantan Selatan sebanyak 25.349 atau meningkat 74,13 persen dari akhir Desember 2020.

Angka ini berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 April 2021.

Executive Trainer Bursa Efek Indonesia (BEI) Banjarmasin, Yuniar, Kamis (20/5/2021), mengharapkan akan semakin banyak investor sehingga dapat mendorong perkembangan pasar modal ke arah yang lebih baik lagi. 

Adapun mengenai perkembangan saham, berdasar rilis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Banjarmasin, tercatat hingga Kamis (20/5/2021), ada 231 saham turun. 

Baca juga: PSU Pilgub Kalsel di Kabupaten Banjar, DPRD Minta Pelaksanaannya Sesuai Aturan

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 81 Orang Positif, 47 Pasien Sembuh, 3 Meninggal

Sedangkan IHSG ditutup menguat 37,013 poin (+0,64 persen) ke level 5.797,60.

Nilai perdagangan saham hari ini mencapai Rp 10,475 triliun dengan volume perdagangan 13,451 miliar saham. 

Hari ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 17,65 miliar di keseluruhan pasar. 

Terdapat 249 saham mengalami kenaikan, 231 saham turun, dan tidak ada perubahan 251 saham. 

Baca juga: Kendaraan Terbakar di Alalak Tengah Banjarmasin, Pengendara Kabur Karena Ketakutan

Baca juga: Pencurian Kalsel, Dua Pelaku Pembobol Brankas Hotel Ditangkap Polsek Banjarmasin Tengah

Saham yang ramai diperdagangkan adalah TLKM naik Rp 150 (4,75 persen) ke level Rp 3.310, BBRI naik Rp 10 (0,26 persen) ke level Rp 3.880, ANTM turun Rp 130 (5,10 persen) ke level Rp 2.420.

Kemudian, BBCA naik Rp 175 (0,70 persen) ke level Rp 31.900, TBIG naik Rp 80 (3,32 persen) ke level Rp 2.490, EXCL naik Rp 160 (7,77 persen) ke level 2.220, MDKA turun Rp 130 (4,94 persen) ke level Rp 2,500.

Kemudian, ARTO tidak ada perubahan (0,00 persen) di level Rp 10.200 dan BMRI turun Rp 25 (0,44 persen) ke level Rp 5.650.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved