Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Saksi Dugaan Pemalsuan Dokumen Alat Bukti Sidang MK Buka Suara, Mahdianoor Tegaskan Bukan Tim Sukses

Mahdianoor menegaskan bahwa Ia tidak pernah terafiliasi dengan pihak manapun apalagi bergabung dengan tim sukses salah satu Paslon di Pilgub Kalsel

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Mahdianoor, saksi kasus dugaan pemalsuan dokumen alat bukti sidang MK terkait sengketa hasil Pilgub Kalsel Tahun 2020, Selasa (25/5/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nama Mahdianoor seorang advokat asal Kalsel belakangan terseret dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen berisi pernyataan Komisioner Kabupaten Banjar tentang adanya menipulasi suara Pilgub Kalsel Tahun 2020.

Mahdianoor sempat dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut. 

Keterangan Mahdianoor juga telah dikonfrontasikan dengan pelapor dan saksi lain yang diyakini mengetahui fakta terkait adanya surat berisi pernyataan yang dijadikan sebagai alat bukti dalam sidang sengketa hasil Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK). 

Terseret dalam pusaran kasus tersebut, Mahdianoor melalui konferensi pers yang digelar di Kota Banjarmasin, Selasa (25/5/2021) menegaskan posisi dan perspektifnya terhadap kasus itu. 

Baca juga: Penyidikan Dugaan Pemalsuan Dokumen Bergulir, Polda Kalsel Akan Undang Denny Indrayana Sebagai Saksi

Baca juga: Penyidikan Dugaan Pemalsuan Dokumen Alat Bukti Sidang Sengketa Pilgub Kalsel, 3 Saksi Dikonfrontasi

Kepada Banjarmasinpost.co.id, Mahdianoor menegaskan bahwa Ia tidak pernah terafiliasi dengan pihak manapun apalagi bergabung dengan tim sukses salah satu Paslon di Pilgub Kalsel Tahun 2020.

"Saya bukan salah satu tim sukses paslon manapun. Kalau ada yang mengatakan bahwa saya adalah bagian tim sukses salah satu paslon, maka saya akan mengambil tindakan hukum," kata Mahdianoor. 

Ia menegaskan, hal yang membuat namanya terseret dalam kasus tersebut disebabkan karena Ia diminta seorang rekannya untuk mengambil surat dari Komisioner KPU Kabupaten Banjar dan menyerahkan surat tersebut kepada salah satu Paslon Pilgub Kalsel. 

"Saya cuma diminta tolong menyerahkan surat itu. Apa isi suratnya, siapa yang membuat saya sama sekali tidak tahu," bebernya. 

Hal ini juga kata Mahdianoor sudah dibeberkannya secara jelas kepada penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel. 

Disinggung terkait surat yang dibawanya tersebut berisi pernyataan bahwa terjadi manipulasi suara di Pilgub Kalsel dan dijadikan alat bukti dalam sidang perselisihan di MK, Mahdianoor mengaku tidak mengetahui apakah pernyataan tersebut benar atau tidak. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved