Berita Tanahlaut
Lapak Jualan Diangkut Petugas Gabungan, PKL Pasar Pelaihari Hanya Pasrah
PKL yang berjualan di lingkungan Pasar Pelaihari hanya bisa pasrah saat petugas gabungan turun mengangkut lapak jualan mereka
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penertiban pedagang yang berjualan tak pada tempatnya di lingkungan Pasar Pelaihari yang dilakukan petugas gabungan terlaksana lancar, Kamis (27/5/2021).
Mereka pasrah dan seketika mengemasi barang dagangannya masing-masing. Sebagian dari mereka juga membiarkan lapak-lapak tempat berjualannya dibongkar dan diangkut ke dalam truk oleh petugas.
Lapak-lapak yang diangkut tersebut sebagian besar yang berada di atas saluran drainase di kanan kiri jalan yang membelah pasar sayur/sembako Pelaihari.
Jumlahnya lumayan banyak, setidaknya puluhan unit karena di sepanjang jalan itu pada kiri kanannya selama ini banyak dimanfaatkan sejumlah pedagang untuk berjualan. Umumnya berjualan sayuran, daging ayam/ikan, telur, kue, dan sejenisnya.
Baca juga: Lelaki Diduga Gangguan Jiwa Risaukan Warga Pasar Pelaihari, Satpol PP Imbau Lapor ke Petugas
Baca juga: Kedapatan Mencopet Ponsel Pengunjung Pasar Pelaihari, Warga Kelayan Banjarmasin Ini Tertangkap Massa
Salah satu pedagang yang menjadi sasaran penertiban, Galuh, mengaku pasrah. Ia menyadari memang berjualan di tempat yang tak semestinya.
"Tak ada tempat lagi, jadi ya terpaksa jualan di bahu jalan. Kalau saja ada kios di pasar yang kosong, mau juga menempati," ucapnya diiyakan beberapa pedagang lainnya.
Perempuan tua ini berjualan daging ayam. Begitu mendapat informasi ada penertiban, dirinya mengurungkan niatnya melapak dagangannya.
Galuh dan beberapa pedagang lainnya yang senasib berharap Pemkab Tala mencarikan tempat untuk mereka. Pasalnya, kios-kios di los Pasar Rakyat yang banyak kosong, telah ada pemiliknya.
Para pemilik los tersebut keluar dan turut berjualan di sekitar bahu jalan. Apalagi memang berjualan di los di area dalam cenderung sepi pembeli.
Namun pada prinsipnya pihaknya tak mempersoalkan penertiban tersebut asalkan dibarengi solusi yakni dicarikan tempat untuk berjualan.
"Enak juga memang kanan kiri jalan lapang. Tapi, mohon bantu juga kami mendapatkan tempat baru yang dibolehkan," tandas Galuh.
Penertiban tersebut juga menyasar bangunan tambahan di kios-kios pasar yang menjorok ke depan hingga persis bersinggungan dengan tepi jalan lingkungan pasar.
Petugas gabungan--Satpol PP, Wastib, TNI/Polri---meminta pedagang yang menempati kios-kios memundurkan bangku jualan agar tak menjorok hingga ke tepi badan jalan. Pasalnya hal itu juga menyebabkan kios di sebelah pun menjadi terhalang sehingga dari kejauhan kurang terlihat oleh pembeli.
Terpal-terpal yang membentang di atas badan jalan di tiap antarlos juga disisir. Petugas mencopotinya sehingga kesan kumuh dan semrawut pun sirna.
Fahrurraji, pedagang yang menempati kios, bersedia memundurkan bangku/meja jualannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/petugas-gabungan-angkut-pkl-di-pasar-pelaihari.jpg)