Berita HSS
Milenial di Kabupaten HSS Ikut Latihan Mengurus Jenazah
Sebanyak 50 orang ikut tata cara mengurus jenazah yang diadakan STAI Darul Ulum Kandangan, bekerja sama dengan MUI HSS
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Kandangan, menggelar pelatihan kepengurusan jenazah.
Pelatihan dengan tema Pengenalan Teori Dan Praktik Pengurusan Jenazah Sesuai Syariat Islam di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan,
Kegiatan yang diikuti 50 orang dari generasi millenial ini hasil kerja sama dengan MUI Kabupaten HSS, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan Himpunan Mahasiswa Hukum Keluarga Islam.
Seorang peserta, Lukman, Minggu (30/5/2021), mengaku terbantu dengan adanya pelatihan tersebut. Apalagi, di desa atau kampung, pengurus jenazah sulit sekali ditemukan.
Baca juga: Pemkab HSS Bakal Buat Aturan Terkait OSS
Baca juga: Tuan Rumah Porprov 2022, Pemkab HSS Maksimal Persiapkan Penyelenggaraan
"Bahkan biasanya harus mencari di kampung lain. Padahal setiap kampung itu perlu adanya orang-orang yang mampu untuk melakukan pemandian jenazah," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id.
Dengan adanya pelatihan ini ia merasa terbantu dengan adanya pelatihan. "Tentunya nanti kami aplikasikan di desa," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan pengurusan jenazah.
Menurutnya, kegiatan ini terselenggara atas peran aktif dari mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab , bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam dan Himpunan Mahasiswa Hukum STAI Darul Ulum Kandangan.
Baca juga: CPNS 2021, KemenPAN RB Setujui 1.101 Formasi untuk Pemerinah Kabupaten HSS
Baca juga: Lima Belas Santri di HSS Dapat Bantuan Biaya Pendidikan ke Yaman
"Saya menyambut baik atas kegiatan pelatihan hari ini. Karena, banyak manfaat yang dapat peroleh. Saya berharap kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkala dan terjadwal dengan baik. Selain itu, tentunya menjadi ajang penyamaan persepsi dan pendalaman agama dalam rangka menunaikan kewajiban terhadap sesama umat Islam," katanya.
Menurutnya, perlu disiapkan generasi yang berkompeten dalam hal ini. Sebab di setiap kampung belum tentu ada orang yang memiliki kemampuan untuk memandikan jenazah.
Terkadang, apabila sedang diperlukan, maka harus mencari orang yang dapat mengurus jenazah dari kampung lain.
(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pelatihan-mengurus-jenazah-di-aula-stai-darul-ulum-kandangan-kabupaten-hss-30052021.jpg)