Liga Champions

Sikap PSG Soal Transfer Mbappe, Real Madrid Tak Akan Dapatkan Bintang Prancis dengan Gratis

Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi menegaskan Kylian Mbappe tidak akan dijual apalagi dilepas gratis ke Real Madrid

Penulis: Aprianto | Editor: Rahmadhani
Instagram Karim Benzema
Kylian Mbappe dan Karim Benzema di Timnas Prancis untuk Euro 2020 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Klub Liga Spanyol, Real Madrid sepertinya bakal sulit mewujudkan ambisi untuk mendatangkan bintang Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe dalam waktu dekat.

Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi menegaskan Kylian Mbappe tidak akan dijual dan tidak akan melepaskan sang bintang secara gratis.

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi telah menutup pembicaraan tentang kepindahan Kylian Mbappe.

Nasser Al-Khelaifi juga telah menolak setiap pembicaraan tentang Kylian Mbappe untuk meninggalkan klub musim panas ini.

Baca juga: Upaya AC Milan Pertahankan Hakan Calhanoglu Hingga Detik Akhir, Klub Qatar Masih Dicueki sang Pemain

Baca juga: Masalah Timnas Spanyol Jelang Euro 2021, Busquets Terkonfirmasi Covid-19 Usai Lawan Portugal

Hal ini membuat posisi Kylian Mbappe akan tetap tinggal di Prancis bersama PSG.

Kontrak Mbappe dengan PSG berakhir pada Juni 2022 dan dia telah berulang kali dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid, mengingat Los Blancos membutuhkan daya tembak di lini serangan.

"Saya akan menjelaskannya. Mbappe akan tinggal di Paris. Kami tidak akan pernah menjualnya dan dia tidak akan pernah pergi dengan transfer gratis. Mbappe memiliki semua yang dia butuhkan di Paris," kata Al-Khelaifi kepada L'Equipe dikutip dari Marca, Senin, (7/6/2021).

Presiden PSG ini juga menegaskan Club mana yang bisa bersaing dengan Timnya.

“Ke mana dia bisa pergi? Klub apa, dalam hal ambisi, yang bisa bersaing dengan PSG hari ini," lanjutnya.

Al Khelaifi menegaskan bahwa proses kontrak baru sudah menunjukkan perkembangan dengan baik.

"Yang bisa saya katakan adalah semuanya berjalan dengan baik, dan saya harap kita bisa mencapai kesepakatan mengenai kontrak baru. Ini Paris, ini negaranya. Dia punya misi, tidak hanya bermain sepak bola, tapi juga mempromosikannya Ligue 1, negaranya dan ibu kotanya," tambahnya.

Momen ketika Gerard Pique menarik baju Kylian Mbappe di laga Barcelona vs PSG vLiga Champions babak 16 besar Rabu (17/2/2021) dini hari WIB di Stadion Camp Nou
Momen ketika Gerard Pique menarik baju Kylian Mbappe di laga Barcelona vs PSG vLiga Champions babak 16 besar Rabu (17/2/2021) dini hari WIB di Stadion Camp Nou (LLUIS GENE / AFP)

Kylian Mbappe akan menjadi salah satu bintang Euro 2020, melanjutkan kepahlawanannya untuk Prancis di Piala Dunia 2018.

Timnas Prancis berada di grup F yang dihuni oleh tim yang pernah menjuarai Piala Eropa, yaitu Jerman, dan Portugal.

Bersama Spanyol, Jerman adalah negara dengan koleksi gelar juara Euro terbanyak, yaitu tiga trofi.

Negara Perancis merupakan juara tahun 1984 dan 2000. Untuk Portugal adalah juara Euro 2016.

Satu tim yang akan melengkapi Grup F adalah Hongaria. Mereka lolos ke Euro 2021 setelah mengalahkan kontestan Piala Dunia 2018, Islandia, pada babak playoff.

Kylian Mbappe mengungkapkan tentang mentalitas yang membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik Eropa.

“Dalam sepak bola tingkat tinggi, tidak ada yang akan membuat tempat untuk anda atau memberi tahu anda bahwa anda mampu melakukan banyak hal. Terserah anda untuk meyakinkan diri sendiri bahwa anda mampu,” kata Mbappe.

Setiap kali dia berjalan ke lapangan, dia berkata pada diri sendiri, sebagai yang terbaik.

Mbappe sadar bahwa dia akan menjadi pusat perhatian di Euro 2020, tetapi dia tampaknya menyukai gagasan menjadi bintang.

"Apakah saya seorang bintang? Saya kira begitu. Jika wajah anda ada di mana-mana, di kota, di mana pun di dunia, itu pasti," katanya.

Menjadi bintang adalah sebuah status, Namun Mbappe menegaskan tidak membuatnya menjadi orang yang lebih baik dari yang lain.

Level yang telah ditetapkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo selama dekade terakhir adalah apa yang Mbappe harapkan untuk ditiru.

Tetapi sampai saat itu dia tidak ingin dibandingkan dengan dua pencetak gol legendaris itu.

“Bukan hanya saya yang tahu bahwa Messi dan Cristiano lebih baik,” komentarnya.

Mbappe menegaskan semua orang tahu itu jika kedua pemain itu memang pemain hebat.

"Jika anda mengatakan pada diri sendiri bahwa anda akan melakukan lebih baik dari mereka, itu di luar ego atau tekad itu adalah kurangnya kesadaran. Para pemain itu tidak ada bandingannya. Mereka telah melanggar semua hukum statistik. Mereka memiliki 10 tahun yang luar biasa, bahkan 15 tahun," tambahnya.

Namun demikian, Mbappe mengakui bahwa dia suka melihat bagaimana pemain lain bermain untuk mengukur dirinya melawan yang terbaik.

"Anda selalu membandingkan diri anda dengan yang terbaik dalam olahraga anda, sama seperti tukang roti membandingkan dirinya dengan pembuat roti terbaik di sekitarnya," kata Mbappe .

Dirinya menonton pertandingan pemain hebat lainnya untuk melihat apa yang mereka lakukan. Dia tahu bagaimana melakukannya, tetapi bisakah orang lain melakukannya juga?'

"Saya pikir pemain lain juga memperhatikan saya. Saya pikir itu mendorong pemain untuk meningkatkan permainan mereka, sama seperti Messi bagus untuk Ronaldo dan Ronaldo bagus untuk Messi," tutupnya.

(Banjarmasinpost/Rian)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved