Ekonomi dan Bisnis

Bitcoin Terpuruk, Diyakini Masih Tetap Populer dan Beranjak Naik

Harga bitcoin beberapa hari terakhir terpuruk. Namun diyakini akan kembali bangkit dan tetap menjadi favorit.

Editor: M.Risman Noor
THINKSTOCKS
Ilustrasi Bitcoin. 

Data CoinDesk, harga Bitcoin pada Selasa sempat menukik ke level US$ 32.449,83. Pukul 11.42 WIB, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini ada di US$ 32,883,09 atau turun 9,88% dibanding posisi 24 jam sebelumnya.

Ini menandai kerugian harian terbesar untuk Bitcoin sejak 28 Mei di tengah tekanan jual yang dipicu sentimen bullish yang memudar.

Tekanan datang dari China atas operasi penambangan dan perdagangan kripto, di mana akun Weibo dari para pemimpin opini utama dalam crypto diblokir.

Baca juga: Jeruk Makan Jeruk, Anggota Baharkam Polri Ditangkap Polisi Kupang Kesandung Kasus Jambret

“China terus menekan kripto dengan larangan penambangan yang menghapus platform media sosial paling populer, Weibo, bersih dari akun influencer crypto,” kata Jehan Chu, Managing Partner Kenetic Capital, perusahaan investasi kripto yang berbasis di Hong Kong. 

“Ini menandakan jerat pengetatan di sekitar kript di China," ujar dia, seperti dikutip CoinDesk.

Pasar kripto di seluruh dunia juga goyah karena investor melihat kemungkinan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) memulai program pelonggaran kuantitatif yang meningkatkan likuiditas. 

Meskipun beberapa perusahaan investasi, termasuk Skybridge Capital dengan kepemilikan Bitcoin melebihi US$ 310 juta, mengatakan, pelonggaran kebijakan moneter AS tidak mungkin memengaruhi kripto, dengan alasan kelas aset ini memiliki ketahanan. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved