Breaking News:

Berita Tabalong

Perketat Penerapan Protokol Kesehatan, Empat Tempat Nongkrong di Tabalong Diminta Jadi Percontohan 

Empat tempat nongkrong di Tabalong diminta jadi percontohan penerapan protokol kesehatan

banjarmasinpost.co.id/dony usman
Pertemuan dengan perwakilan pengelola kafe dan angkringan terkait penerapan protokol kesehatan dan jam operasional, Jumat (11/6/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG- Menindaklanjuti evaluasi pengendalian dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Tabalong, khususnya penerapan protokol kesehatan pada tempat nongkrong, pertemuan pun dilakukan, Jumat (11/6/2021) di ruang Assisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Tabalong.

Ada empat perwakilan dari pengelola kafe dan angkringan hadir dalam pertemuan yang difasilitasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tabalong ini.

Masing-masing dari Destino Cafe, Pojok Cafe, Acoustic Garden dan juga Angkringan Bang Jago.

Dalam pertemuan yang dipimpin Koordinator Satgas Covid-19 Tabalong, Zulfan Noor ini, perwakilan pengelola yang hadir berkesempatan menyampaikan keluhan yang sedang dihadapi.

Baca juga: Siap Perketat Prokes, Pengelola Kafe di Tabalong Ini Berharap Jam Operasional Bisa Diperpanjang

Baca juga: Petugas Gabungan Razia Tempat Karaoke dan Kafe di Kabupaten Tapin, 11 Orang Kena Sanksi

Baca juga: Tak Kenakan Masker, Puluhan Pengunjung Kafe di Palangkaraya di Tes Swab PCR dan Antigen

Selain itu juga disepakati keempat pengelola yang hadir ini dijadikan percontohan untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Koordinator Satgas Covid-19 Tabalong yang juga Assisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Tabalong, Zulfan Noor, adanya kafe atau angkringan yang dijadikan percontohan ini sebagai tindak lanjut evaluasi yang telah dilakukan.

Ini selain agar dapat menjadi contoh bagi angkringan atau kafe lainnya di Tabalong, juga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk bisa diusulkan mendapat perpanjangan jam operasional.

Dimana jam operasional saat ini sesuai Perbup Tabalong No 18 Tahun 2021 hanya diperbolehkan sampai dengan pada pukul 22.00 wita.

Untuk itu, imbuh Zulfan, akan ada batasan waktu bagi pengelola untuk membuktikan mereka bisa benar ketat menerapkan protokol kesehatan dan bisa menjadi percontohan.

Dari pihaknya memberikan waktu selama dua bulan, namun dari pengelola ternyata menyanggupi bisa lebih cepat dari itu merealisasikannya.

"Semakin cepat semakin mudah kami mengambil keputusan, target kami dua bulan mereka sanggup seminggu," katanya didampingi Kabid Pariwisata Disporapar Tabalong, Lilis Marta Diana.

Kemudian untuk memastikan apakah penerapan protokol kesehatan memang berjalan sesuai ketentuan, tim juga akan melakukan pemantauan ke lapangan.

Baca juga: Tegakkan Prokes, Polres Banjarbaru Sidak Karaoke, Kafe hingga Taman Van Der Pijl

Dari hasil pemantauan langsung ke lapangan ini nantinya akan menjadi evaluasi apakah memang ada yang perlu dibenahi atau sudah berjalan sesuai ketentuan.

"Bilabagus maka sarankan ke pimpinan untuk diperpanjang operasionalnya, tapi khusus mereka," katanya.

Selanjutnya secara bertahap apabila memang perpanjangan jamnya disetujui, maka akan diterapkan pula bagi pengeloa kafe dan angkringan lainnya persyaratan serupa. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved