Wabah Corona di Kalsel

Total 225 Tenaga Kesehatan RSD Idaman Banjarbaru Pernah Terpapar Covid-19

Serangan Covid-19 akibatkan 225 tenaga kesehatan RSD Idaman Banjarbaru terpapar. Mencegahnya, mengurangi jam pendaftaran, meminimalkan kontak pasien.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Rumah Sakit Daerah Idaman di Jalan Trikora, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mulai awal 2020 sampai saat Juni 2021 ini,  warga di Kota Banjarbaru yang terkonfirmasi positif virus asal Wuhan Tiongkok ini totalnya 5.236 orang.

Tidak hanya warga biasa, virus Corona ini juga menyerang para tenaga kesehatan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kepala Seksi Pelayanan Medik Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Banjarbaru, Siti Ningsih, menyebutkan sebanyak 225 tenaga kesehatan yang pernah terpapar dan 0 meninggal.

"Tenaga kesehatan yang terpapar adalah yang terlibat dalam penanganan pasien terpapar Covid-19 pada saat terjadi lonjakan kasus," ujarnya.

Sejak April 2021, lanjut dia, RSD Idaman Banjarbaru sudah melakukan penyesuaian untuk pelayanan seperti mengurangi jam pendaftaran, meminimalkan kontak dengan pasien dengan membuat barier

Baca juga: VIDEO PPDB SDN 2 Komet Banjarbaru Layani Pendaftaran ke Sekolah, Siapkan 4 Operator

Baca juga: Pelajar Asal Gresik Palsukan Surat Antigen Ditangkap di Bandara Syamsuddin Noor Kalsel

Lalu, mengatur waktu kerja petugas, sehingga meminimalkan kelelahan. Termasuk, penggunaan APD yang terus diingatkan untuk dipatuhi para tenaga kesehatan.

Di saat awal pandemi Covid-19. ada seorang dokter spesialis di RSUD idaman Banjarbaru yang mengalami kasus berat. "Alhamdulillah, beliau tertolong dan sehat," imbuhnya.

Sedangkan untuk masyarakat umum, kebanyakan adalah yang mengalami kasus yang berat. Banyak yang harus rawat inap. Bahkan ada yang opname sampai 46 hari.

Dijelaskannya, RSD Idaman Banjarbaru tidak ada membatasi berapa lama pasien Covid-19 harus dirawat inap. Ini tergantung dengan kondisi sakitnya, berat atau tidak.

"Kalau satu minggu sudah mulai ringan, bisa keluar dan berganti dengan pasien lain. Namun kalau masih tetap berat, walau sudah berpuluh-puluh hari, tetap harus dirawat," ucap Siti.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif Cuma 5 Orang, Meninggal 1, Sembuh 29

Baca juga: Update Covid-19 HSS, Klaster Keluarga Masih Mendominasi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, menambahkan, pihaknya masih menghitung jumlah tenaga kesehatan  yang berada di rumah sakit maupun puskesmas yang terpapar corona.

"Data sementara ini sudah 160 tenaga kesehatan yang pernah terpapar Covid-19. Rata-rata mereka tanpa gejala," ujar dia.

Kemudian, Rizana merinci, tenaga kesehatan yang tersebar di 10 puskesmas jumlahnya 557 orang dan yang di RSD  Idaman Banjarbaru sebanyak 1.358 orang. Total, 1.915 tenaga kesehatan.

Ditambahkannya, hampir tidak ada lagi tenaga kesehatan yang terpapar. Dimungkinkan karena sudah mendapatkan vaksinasi dan penerapan semua protap sesuai standar.

"Kalau awal Januari lalu memang pernah ada. Apalagi pada waktu itu mereka menangani korban atau pengungsi banjir dari kabupaten tetangga," pungkas Rizana.

(Banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved