Berita HSU
Ikan Asin di HSU Bentuknya Unik, Jadi Lapangan Kerja Warga
Warga Kecamatan Sungai Pandan dan Danau Panggang banyak yang membuat ikan asin sapat dan mudah ditemukan dipasaran. Berbeda dengan ikanasin pada umumn
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Edi Nugroho
Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI -Warga Kecamatan Sungai Pandan dan Danau Panggang banyak yang membuat ikan asin sapat dan mudah ditemukan dipasaran. Berbeda dengan ikanasin pada umumnya biasanya ikan asin sapat dibentuk dengan bentuk yang unik.
Ikan sapat merupakan jenis ikan sungai yang memiliki ukuran kecil, selain dibuat ikan asin juga bisa digoreng langsung dalam keadaan basah. Namun dengan dibuat ikan asin maka akan lebih awet dan harganya juga mampu bersaing.
Indah salahsatu warga Desa Sungai Pandan mengatakan membuat ikan asin dengan bentuk bulat atau kotak yang terdiri dari ikan asin yang dijejer cukup mudah. Pertama memilih ukuran ikan agar seluruhnya sama sehingga bisa menghasilkan bentuk yang sempurna.
Ikan yang sudah dibersihkan dan dimarinasi mengguankan garam dijemur dengan langsung meletakkan sesuai bentuk yang diinginkan seperti bulat atau kotak. Ikan sapat yang dijejer didiamkan dan dijemur dibawah sinar matahari terik.
Baca juga: Musim Kemarau, Penjualan Ikan Asin Lokal di Hulu Sungai Utara Ramai
Baca juga: Pedagang di Alabio HSU Siapkan Penjualan Ikan Asin Menjelang Ramadan
Baca juga: Satu Ton Ikan Asin dari Pemprov Kaltara Didistribusikan untuk Korban Banjir Kalsel
“Ikan akan menempel dengan sendirinya saat sudah kering, dan biasanya ukurannya akan lebih kecil dan tipis karena kadar airnya sudah hilang, semakin kering maka ikan asin akan semakin awet,” ujarnya.
Harga jual 25 gram sekitar Rp 20.000 karena sudah tidak ada kadar air maka ringan sehingga dapatnya banyak. Pada saat musim kemarau seperti ini memang banyak warga HSU yang membuat ikan asin karena didukung dengan ketersidiaan sinar matahari untuk proses pengeringan.
“Kalau musim hujan biasanya ikan akan langsung dijual dalam keadaan ikan basah setelah dibeli dari nelayan,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati}
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-kecamatan-sungai-pandan-dan-danau-panggang-sdsda.jpg)