Ekonomi dan Bisnis
Kolaborasi YDBA dan Kemenkop UKM Dalam Pembinaan UMKM di Tanah Air
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki dan pengurus YDBA sepakat untuk mendorong dan membangun kewirausahaan nasional yang lebih besar.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM RI (Menkop UKM), Teten Masduki, berkunjung ke Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), disambut ketuanya, Sigit P. Kumala.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk
Riza Deliansyah, pengawas YDBA sekaligus Direktur PT Astra Honda Motor, David Budiono, dan jajaran YDBA.
Dalam kunjungan tersebut, Teten Masduki menyampaikan rencana pemerintah untuk mendorong dan
membangun kewirausahaan nasional yang lebih besar.
Disebutnya, tingkat kewirausahaan di Indonesia saat ini baru mencapai 3,47 persen. Masih rendah dibandingkan tingkat kewirausahaan di kawasan ASEAN.
Baca juga: Daftar Harga Mata Uang Kripto Terbaru : Sedikit Turun, Bitcoin Masih Mumpuni
Baca juga: Daftar Harga Sepeda Lipat Terbaru, Produsen Berikan Diskon Harga
Pemerintah telah mencanangkan target kewirausahaan meningkat menjadi 4 persen pada tahun 2024.
Untuk itu, Teten menyampaikan, perlunya koordinasi, kerja sama dan sinergi dengan pihak swasta yang memiliki visi dan misi untuk membantu pengembangan UMKM di Indonesia, salah satunya Astra dan YDBA.
Sementara itu, Sigit P Kumala, mengatakan, YDBA akan terus mendorong UMKM agar terus berinovasi dan berkolaborasi mencapai UMKM mandiri, naik kelas danberkelanjutan.
"Salah satu kolaborasi yang dilakukan YDBA adalah bersama KemenkopUKM RI dalam pengembangan UMKM
pandai besi di Klaten dan Banyumas,” ujarnya, seraya menmnbahkan UMKM aktif binaan YDBA saat ini sekitar 2.000.
Baca juga: K-Pop BTS Raup Untung Hingga Rp 128 Miliar, Menu Kolaborasi Bikin Ramai Jagat Negeri
Baca juga: Chef Adel Kebanjiran Order, Bisnis Kue Kering di Kota Banjarmasin Kembali Menggeliat
Sekretaris YDBA, Ida RM Sigalingging, memaparkan tentang program yang mendukung UMKM go digital dan ekspor.
Kolaborasinya adalah dengan merchant di marketplace untuk memasarkan produk UMKM di pasar online
yang berhasil mengantarkan UMKM masuk dalam pasar ASEAN.
Omset yang diperoleh UMKM meningkat hingga 200 persen sebelum memasuki pasar online.
(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)