Breaking News:

Tajuk

Memang Sudah Seharusnya

Sistem zonasi pada PPDB selama diberlakukan, tiap tahunnya selalu menimbulkan kegaduhan. Banyak permasalahan hingga keluhan dan protes.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - BERITA utama koran ini edisi kemarin mewartakan adanya perubahan persyaratan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kalsel. Disebutkan syarat zonasi dibuktikan oleh Kartu Keluarga (KK) minimal satu tahun sebelum pendaftaran. Sebelumnya, hanya enam bulan.

Selain itu Surat Keterangan Domisili (SKD) hanya berlaku bagi mereka yang terkena bencana alam atau bencana sosial. Itupun harus diperkuat keterangan dari dinas terkait.

Sementara untuk jalur afirmasi dan prestasi tidak mensyaratkan calon peserta didik berdomisili di wilayah zonasi sekolah yang dituju. Hitungannya kuota jalur zonasi minimal 50 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 15 persen dan mutasi orangtua 5 persen.

Sistem zonasi pada PPDB selama diberlakukan, tiap tahunnya selalu menimbulkan kegaduhan. Banyak permasalahan hingga keluhan dan protes.

Tujuan utama sistem zonasi cukup mulia yakni menciptakan pemerataan pendidikan sebagaimana amanah sistem pendidikan nasional. Dengan sistem zonasi diharapkan tidak ada lagi polarisasi antara sekolah favorit atau unggulan dengan sekolah bukan favorit atau bukan unggulan.

Secara teori memang bagus, tetapi pada implementasinya banyak problem. Bahkan Kemendikbud sempat membentuk satuan tugas (satgas) untuk menindaklanjuti berbagai temuan dan evaluasi selama pelaksanaan zonasi.

Jika ditarik ke belakang, banyaknya permasahan sistem zonasi yang terus terjadi tiap tahun itu adalah selama ini pemerintah daerah lebih fokus pada pengembangan pendidikan di sekolah favorit. Imbasnya perhatian kepada sekolah non-favorit menjadi kurang sehingga ketika sistem zonasi diberlakukan, banyak masalah yang muncul.

Kita menyambut baik perubahan persyaratan sistem zonasi pada PPDB tahun ini. Memang sudah seharusnya begitu. Semoga tidak terjadi lagi kegaduhan gara-gara sistem yang baik pada niat dan tujuannya, namun masih banyak kekurangan dalam implementasinya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved