Berita Banjarmasin
Btalk, Hubungan Tetap Harmonis Meski LDR Ternyata Ada Strateginya
Btalk, Tak sedikit pasangan suami istri baik yang sudah punya anak atau belum harus tinggal terpisah kota yang umumnya karena tuntutan pekerjaan. Isti
Penulis: Salmah | Editor: Edi Nugroho
Selain antara suami dan istri, bagi yang punya anak maka perhatikan pula mereka. Apakah perkembangan anak terganggu dengan kondisi LDR? Hal itu tergantung beberapa hal, tapi pastinya akan memengaruhi perkembangan.
Sebab itu sedari awal anak harus dilibatkan, diskusikan dengan mereka, fasilitasi kemauan mereka, beri ruang berpendapat. Tentunya hal ini bisa dilakukan kepada anak remaja.
Misal keluarga kemudian bisa diajak serta ke kota tempat kita bekerja, tapi ada anak kita yang tak mau ikut. Biasanya itu terjadi pada anak yang sudah remaja. Maka cari solusi. Jika ada keluarga yang bisa dititipi maka ada kesepatakan denaan keluarga dengan tetap mensejahterakan anak.
Saat LDR sudah pasti ada rindu dan rindu itu ada dua, pertama rindu berkomunikasi secara formil melalui telepon dan rindu komunikasi langsung.
"Jadi saat bisa pulang, maka bertemunya harus ada kualitas. Manfaatkan waktu dengan baik bersama pasangan dan para buah hati. Berikan mereka kehangatan, keakraban, perlindungan," tandas Aziza.
Perlu pula ada evaluasi setelah satu atau dua tahun LDR. Apakah efektif atau tidak. Jika efektif bisa berlanjut, tapi jika tidak maka perlu dipikirkan lagi apakah cari kerja yang bisa tinggal satu kota atau keluarga ikut ke kota tempat kita bekerja.
-
Menyiasati Kebutuhan Biologis
Disadari bahwa saat LDR dan melakukan telekomunikasi akan ada kebutuhan yang tidak bisa melalui telepon, yaitu kebutuhan biologis, lantas bagaimana menyiasatinya?
Menurut Aziza, media telekomunikasi memang terbatas, ada kebutuhan yang tidak bisa secara tuntas. Jadi ada kebutuhan bisa tersubstitusi dan ada yang tidak.
"Bagi suami atau istri yang punya kebutuhan bilogis tinggi memang LDR bisa memicu konflik. Apalagi jika komunikasi secara emosi tidak berjalan baik, tidak terbuka, maka akan ada potensi masalah dan terjadi pemenuhan kebutuhan yang tidak tepat. Ini harus disadari dari awal," ungkapnya.
Jadi tidak hanya hal keseharian, juga perlu dibahas mengenai kebutuhan masing-masing. Sebab ada orang yang tahan lama merendam kebutuhan bilogis dan ada juga yang tak bisa menahan. Ini harus dipikirkan bagaimana mengekspresikan.
Godaan terbesar saat LDR adalah tidak mampu mengontrol diri. Apalagi situasi eksternal bisa jadi pemicu, godaannya ada yang ringan, sedang, besar.
"Banyak kasus adanya orang ketiga. Tapi itu juga bisa terjadi bagi keluarha yang tinggal satu rumah ada. Godan bisa menimpa suami atau bisa juga istri, keduanya sama. Makanya cinta, kasih sayang, harus selalu dirawat, dijaga, sehingga ketika ada godaan bisa dihindari," jelasnya.
Bagi yang LDR salah satu media menghindari konflik adalah bawa pasangan dan kenalkan dengan tempat kerja atau lingkungan kerja, misal saat family gathering. (Banjarmasinpost.co.id/salmah saurin HB).