Breaking News:

Berita HST

Ada Tiga Mobil Terperosok, Ini Kronologis Kerusakan Jalan Labunganak HST

Sebelum jalan Labunganak berubah seperti jalur Offroad, pada 24 Mei 2021 lalu,  jembatan ulin yang terlebih dahulu rusak akibat sering dilintasi truk

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Aparat Desa Labunganak untuk BPost
Kondisi jalan di Desa Labunganak Kecamatan Batangalai Utara, Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu (27/6/2021). (Kanan) Jembatan Labunganak yang awaknya dari kayu ulin, setelah rusak diperbaiki dengan bahan kayu dari batang kelapa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebelum jalan Labunganak berubah seperti jalur Offroad, pada 24 Mei 2021 lalu,  jembatan ulin yang terlebih dahulu rusak akibat sering dilintasi truk bermuatan berat.

Saat itu, tiga mobil terperosok. Selanjutnya, 25 Mei ada kunjungan camat melakukan pemantauan.

Keesokan harinya, pihak kontraktor pelaksana pembangunan jembatan Muara Rintis memberikan bantuan Rp 2,5 juta untuk perbaikan jembatan.

“Dana itu kami gunakan untuk perbaikan, sebagian beli kayu ulin. Sebagian batang kelapa, namun dana tidak cukup. Pada 30 Mei, Dinas PU membantu melakukan perbaikan, dengan membuat lantai dari batang kelapa full, sehingga bisa dilewati sampai sekarang,”kata Kaur Perencanaan Desa Labungana, Kecamatan Batangalai Utara, Hulu Sungai Tengah, Arpani, Minggu (27/6/2021).

Baca juga: Tak Mau Lintasi Jalan Rusak di Balangan, Riza Pilih Jalur Memutar

Baca juga: Jalan Rusak Parah, Tiga Truk Terjungkal di Sungai Gampa Asahi Rantau Bedauh Batola

Baca juga: Penyelesaian Jembatan Muara Rintis HST Lambat,  Truk Tronton Pun Terabas Jalan Pedesaan

Seiring intensnya angkutan berat melintas, giliran jalan yang menjadi “korban”. APalagi jika diguyur hujan, sulit dilewati,”kata Arpani. 

Selain jalan Labunganak, jalan alternatife lain yang juga “babak belur” akibat dilintasi truk angkutan berat adalah jalan desa di Jalur perlintasan Birayang-Rangas, Limpasu, Lokbatu hingga Batumandi.

Namun, untuk jalur Birayang-Batumandi tersebut statusnya jalan provinsi sehingga menjadi kewajiban Pemprov Kalsel melakukan perbaikan.

Mengenai rusaknya jalan desa Labunganak, Kepala Dinas PU Akhmad Zaid beberapa kali dihubungi telepon genggamnya tak aktif. Demikian pula Kabid Bina Marga Mahyudi tak bisa dihubungi untuk konfirmasi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved